Love in Trattoria

Love in Trattoria

Terbit pertama kali dengan judul asli Atsu Atsu Trattoria di Jepang pada tahun 2006 oleh Shogakukan Inc., karya dari Washio Mie. Kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 2008 dan diterbitkan setahun kemudian (2009) oleh M&C, PT Gramedia.

Hanya ada satu buku selesai. Saya juga mendapatkan ini ketika pameran buku akhir bulan lalu di Gramedia. Saya memang sengaja mencari sebanyak mungkin komik yang tidak bersambung. Karena hampir semua komik yang bersambung tidak lengkap di acara ini, bisa jadi kita menemukan volume 1 kemudian menemukan lagi volume 13, atau kita hanya bisa mendapatkan volume 5, 11, 12 dan tidak menemukan sisanya. Jadi akan lebih baik jika mengambil komik yang selesai satu buku.

Gambar: Kover depan komik Love in Trattoria karya Washio Mie

Pada sambul depan komik ini tertulis “Sweet February Collections”, jelas sekali genrenya adalah romansa. Sepertinya Gramedia menerbitkan banyak komik edisi ini, sayangnya saya hanya mendapat satu ini saja.

Gambar: Ayah meminta anaknya mengenakan baju pelayan restoran yang “kawaii“.

Komik ini bercerita tentang pemilik restoran yang terancam bangkrut. Dalam usaha terakhirnya, ia mengajak anak perempuannya untuk membantu bekerja karena tidak sanggup membayar karyawan lagi. Harapan terakhirnya juga mengajak bergabung seorang (yang kebetulan mau) koki terkenal, muda dan tampan, menjadi kru restoran tersebut. Sang ayah (pemilik restoran) ingin putrinya menjadi pelayan dan penyambut tamu restoran, dia sudah menyiapkan baju pelayan (imut sesuai seleranya) untuknya.

Gambar: Putri pemilik restoran memakai baju pelayan yang imut.

Sudah dapat ditebak bagaimana hasil akhir cerita ini, pasti putri pemilik restoran dan koki ganteng akan jatuh cinta. Tidak masalah. Yang menarik adalah prosesnya, kisah perjalanan mereka, pertumbuhan cinta keduanya serta dalam rangka memperjuangkan nasib restoran yang hampir bangkrut. Koki ganteng terpaksa ikut tinggal di rumah pemilik restoran sebagai ganti gaji yang tidak mampu dibayarkan. Putri yang tomboi terpaksa mengikuti permintaan ayahnya, memakai baju pelayan yang … (norak! menurutnya).

Gambar: Adegan pagi hari di depan kamar mandi rumah.

Karena mereka tinggal serumah, kejadian tidak sengaja tentu bisa saja terjadi. Misalnya pagi hari ketika putri memikirkan masalah berat badannya sambil telanjang, tiba-tiba koki ganteng membuka pintu kamar mandi karena samponya habis dengan telanjang juga. Gempar sudah. Begitulah cara menyajikan dan menikmati proses meski sudah tahu bagaimana hasil akhirnya. Um…

Gambar: Putri dan koki tampan jatuh cinta.

Jatuh cinta, tidak ingin kehilangan satu sama lain, ingin tetap bersama, ingin selalu dekat dan lain-lain, dan lain-lain. Itulah yang terjadi sekarang. Cukup menarik mengikuti proses cinta mereka, maka dari itu akan lebih menyenangkan kalau Anda membaca sendiri komik ini.

Dari segi gambar juga bagus, penempatan panel dan efek sangat khas gaya komik gadis remaja (shoujo). Sangat cocok menjadi bahan bacaan di bulan Februari, mungkin akan menyebabkan efek samping berbunga-bunga dan senyum-senyum sendiri.

Gambar: Kover belakang komik Love in Trattoria.

Di dalam juga ada sedikit cuap-cuap komikusnya, membuat suasana menjadi lebih terasa dekat. Saya jadi berpikir, membuat cerita romansa tidak perlu berbelit-belit, seperti manga ini bisa menyampaikan sebuah kisah cinta dengan ringan dan berhasil. Menarik.

Baiklah, sudah tidak ada lagi yang bisa saya sampaikan. Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa.

Tinggalkan komentar