Diterbitkan pertama kali tahun 2021 oleh PT Gramedia Pustaka Utama – M&C! (imprint: Koloni), Indonesia, Abdijiwo adalah karya dari Retno Widya. Uraian singkat (blurb): Surya adalah anak laki-laki yang kewalahan menjalani hidupnya dengan “Hantu Leluhur” yang tiba-tiba muncul bersama Raden. Raden mengaku sebagai “Abdijiwo” dan punya misi untuk menemukan para Abdijiwo lain untuk dapat “berpulang”. Apa itu Abdijiwo sebenarnya?


Sudah lama sekali saya tidak membeli komik lokal, salah satu alasannya adalah harga yang tidak sebanding dengan apa yang saya dapatkan. Dulu komik Indonesia justru lebih mahal daripada komik terjemahan, dengan uang sebanyak itu lebih baik saya membeli manga yang sudah jelas kualitas isinya.
Oktober 2021 saya akhirnya membeli komik Abdijiwo setelah melihat di rak toko buku beberapa kali sebelumnya. Namun, komik ini baru saya baca hampir setahun kemudian, ketika saya sudah 1 bulan meninggalkan kota Bandung. Hari itu sedang luang karena telah menyelesaikan pekerjaan, saya berkunjung ke rumah ibu sambil membawa komik ini sebagai bahan bacaan.

Seperti yang sudah disinggung sedikit pada uraian singkat, Surya adalah seorang anak laki-laki yang menjadi Inangjiwo karena garis keturunan. Seorang Inangjiwo akan bisa melihat Abdijiwo-nya dan makhluk non-fisik lain ketika waktunya tiba. Sedangkan Raden adalah Abdijiwo yang mengabdi kepada Inangjiwo-nya. Inangjiwo adalah tubuh yang ditempati Abdijiwo yang merupakan keturunannya di masa sekarang, artinya mereka sedarah. Abdijiwo adalah jiwa leluhur yang terkutuk karena suatu alasan, ratusan tahun mereka tidak bisa “berpulang” ke alam yang seharusnya. Abdijiwo berkelana di muka bumi sampai mereka menemukan dan mengumpulkan kekuatan para Abdijiwo lain. Belum diketahui apakah Abdijiwo bisa selalu berganti Inangjiwo ketika raga tuannya itu mati dalam ratusan tahun itu. Kemudian ada tokoh Geni yang selalu bersama Raden, ia adalah rekan kerja, mitra, sahabat, piaraan, atau entah disebut apa, yang berwujud burung Elang Jawa. Mitra atau sahabat dari Abdijiwo ini biasanya berwujud binatang, berdasarkan komik sejauh ini.
Sederhananya:
- Inangjiwo memiliki Abdijiwo (jiwa leluhur) sebagai penjaga
- Abdijiwo memiliki mitra sekaligus penjaga (berwujud hewan)
- Abdijiwo bisa mengambil alih raga Inangjiwo (dengan izin), mitra tidak bisa
- Mitra bisa menggabungkan kekuatan dengan Abdijiwo
- Inangjiwo bisa melihat Abdijiwo dan mitra dan makhluk non-fisik lain (hantu, dsb.)

Selain Abdijiwo dan mitranya, ada pula makhluk-makhluk lain yang berurusan dengan Surya (Inangjiwo). Mereka bukan manusia atau hewan, mereka adalah makhluk halus, hantu, dedemit, arwah penasaran, dan sebagainya. Sejauh ini yang sudah muncul di dalam komik adalah Kunty (kuntilanak), Uwo (genderuwo), dan Buto. Mereka digambarkan tidak terlalu kuat dan hanya menempati suatu area terbatas, namun cukup untuk mengganggu atau menakuti manusia biasa.

Syarat pertama Abdijiwo mengambil alih tubuh Inangjiwo adalah dengan izin/kesepakatan keduanya. Abdijiwo akan masuk ke dalam Ruang Jiwo, tempat terdalam kesadaran sang Inangjiwo, melalui pintu pembatas yang disebut Gebyok Jiwo. Setelah mengambil alih raga inangnya, Abdijiwo akan memiliki wujud fisik dengan bentuknya sendiri, bukan Inangjiwo-nya. Jadi bisa dibilang materi yang membentuk fisik Inangjiwo akan berubah membentuk fisik Abdijiwo. Saat itu terjadi mereka akan bisa berinteraksi dengan manusia biasa untuk sebuah keperluan yang tentunya penting (seharusnya).
Di sini Raden mengambil tubuh Surya untuk menyelidiki rumor makhluk kuat yang ditakuti para hantu atas sebuah rumah mewah, dan pergi ke pasar malam untuk bersenang-senang. (LOL)

Di rumah mewah itu, Raden bertemu dengan Dinda yang ternyata juga seorang Abdijiwo. Sepertinya Dinda juga sedang mengambil tubuh Inangjiwo-nya karena mereka berdua mendatangi pasar malam dan berjoget dalam musik dangdut. Sepulang dari sana mereka menemukan makhluk yang malam itu dicari sebagai misi utama kedua. Singkat cerita mereka bisa mengalahkan sang peneror dengan dramatis, sangat dramatis!
Saya sangat suka karakter Dinda, saya pikir banyak pembaca yang juga menyukainya, sepertinya dia akan punya banyak penggemar. Saya berharap dengan sangat komik ini dilanjutkan ke jilid dua dan seterusnya sampai selesai.

Surya, sebagai Inangjiwo, juga bisa selalu berkomunikasi dengan Geni, mitra Abdijiwo-nya, meski mereka tidak berhadapan. Bisa dibilang Surya seperti bicara dengan diri sendiri dalam hati.
Setelah membaca komik ini, ketika hendak menulis pos ini, saya mencari informasi tentang sang komikus, Retno Widya, di internet. Saya menemukan akun Instagram-nya dan dari sana saya dapat informasi kalau komik Abdijiwo juga ada di LINE Webtoon Kanvas. Saya membacanya sekilas semua bab kemudian menemukan informasi lagi bahwa cerita orisinal komik Abdijiwo akan dialihkan dalam versi cetak. Sedangkan komik Abdijiwo di Line Webtoon Kanvas akan diisi cerita sehari-hari para tokoh saja. Contoh yang sudah dipublikasi di sana adalah cerita tentang perayaan bergabungnya Dinda dalam komunitas usai terpecahkannya misteri tentang makhluk peneror di rumah mewah. Saya pikir ini ide bagus! Solusi yang ditawarkan editor komik cetak.

Komik ini diakhiri dengan halaman Gambar dari Teman-teman berisi beberapa karya penggemar (fanart). Seperti yang saya katakan sebelumnya, banyak dari mereka menyukai karakter Dinda.
Sejak awal membaca komik ini saya sudah merasa bahwa formatnya lebih mirip webtun daripada komik cetak pada umumnya. Atau setidaknya format webtun yang ditata ulang menjadi format cetak. Kasus seperti ini sering saya jumpai dan biasanya memang tetap kelihatan. Namun bukan masalah, komik ini termasuk tetap baik meski ditata letak ulang. Saya pikir Retno Widya akan melukis jilid selanjutnya langsung dalam format cetak karena sudah ada kesepakatan dengan editor tentang konten yang berbeda antara webtun dan cetak komik Abdijiwo.
Saya menyarankan supaya ada penjelasan lebih mudah tentang peran sahabat atau mitra Abdijiwo supaya pembaca tidak kebingungan dan berpikir ada pengabdi yang memiliki abdi. Penyebutan makhluk halus (seperti kuntilanak, genderuwo) juga sebaiknya dibuat konsisten saja. Pilih salah satu antara dedemit, makhluk halus, setan, arwah penasaran, jin, iblis, dan sebagainya meski itu memang kekayaan bahasa kita. Kecuali jika memang setiap kata itu memiliki perbedaan jenis makhluk dalam komik ini dan semuanya dipakai.
Terima kasih, sampai jumpa di pos berikutnya!
