Judul aslinya Junji Ito No Neko Nikki – Yon & Mu oleh Junji Ito, diterbitkan pertama kali oleh Kondansha Ltd. pada tahun 2009 di Tokyo, Jepang. Edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo (Kelompok Gramedia) pada tahun 2022 dengan judul Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu.
Sudah lama sekali saya tidak memperbarui pos dalam blog ini. Itu karena saya pindah dari kota Bandung, komik ini saya baca ketika perjalanan dalam kereta. Waktu itu kebetulan saya ada pekerjaan dengan tenggat waktu sama dengan jadwal kereta saya. Karena jarak kota tujuan sangat jauh, lintas provinsi, yang memakan waktu hampir 12 jam, saya mengerjakan bagian akhir pekerjaan di dalam gerbong kereta. Penampilan saya malam itu memakai jaket biru tua, topi biru dengan headphone di atasnya, dan laptop di pangkuan.
Setiap dalam perjalanan jauh saya selalu menyiapkan buku bacaan, antara komik atau novel, dan ketika itu saya meletakkan komik ini di jendela kereta, Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu. Komik yang saya beli sehari sebelum keberangkatan bersama teman serumah di Bandung, sekaligus perpisahan antar-kami dan toko buku di sana yang sering kami kunjungi.


Pekerjaan saya di kereta selesai sudah larut malam lalu mengirimnya melalui internet, penumpang lain sebagian besar sudah tertidur pulas. Badan saya terasa sakit semua karena saya sudah sangat sibuk beberapa hari sebelumnya, bekerja sambil berkemas yang keduanya memiliki deadline sama. Karena itu komik Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu baru saya baca di esok harinya ketika cahaya kuning matahari pagi menerobos jendela, kereta juga sedang melintasi persawahan yang sangat indah (banyak penumpang, terutama gadis-gadis, merekam atau memotret untuk media sosial, mungkin). Waktu yang rasanya tidak tepat membaca komik seram-komedi ini, tapi mau bagaimana lagi, saya sudah lelah sedang bacaan lain masih tersimpan di kantong depan ransel.

“Pentolan komik horor Jepang, Junji Ito, menyuguhkan kesehariannya sebagai “Komikus Horor J” dalam komik ini. Tadinya dia suka anjing, tapi jadi memelihara kucing atas keinginan tunangannya, A-ko. Mu, si anak kucing keturunan ras luar. Dan Yon, kucing manja berwajah terkutuk. Di luar dugaan J, para kucing tak kunjung akrab dengannya. Ayo semangat, J!
Horor dan humor itu perbedaannya tipis. Inilah komik humor kucing besutan komikus horor!!“ (Dikutip dari bagian belakang kover komik Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu)
Komik ini memiliki mantel buku (dust jacket) dengan ilustrasi yang sama persis dengan kover asli. Namun ada profil Junji Ito (komikus) pada bagian mantel yang melipat ke dalam. Dua halaman pertama yang merupakan halaman judul dan daftar isi dicetak berwarna.

J yang merupakan seorang komikus spesialis horor bertunangan dengan A-ko. J tidak mengerti tentang kucing karena ia lebih suka anjing, sedangkan A-ko penyuka kucing. Rumah baru J yang baru dibeli untuk tinggal bersama sang tunangan mendadak dihuni juga oleh Yon dan Mu, kucing A-ko. J memandang kucing dengan berbeda, seolah sesuatu yang asing, berbahaya, dan misterius. Entah karena dia bukan penyuka kucing atau karena profesi sebagai komikus horor sehingga apa pun menjadi ide menyeramkan.

Yon memiliki bulu putih dengan corak hitam di punggung yang mirip tengkorak manusia atau lukisan The Scream yang terkenal itu. Yon selalu mengganggu J setiap hari, entah itu memang mengganggu atau sebenarnya bertingkah seperti kucing pada umumnya dan J yang memandangnya berlebihan. J bahkan sampai berhalusinasi kalau Yon berubah menjadi seorang kakek ketika menonton televisi.
Mu memiliki bulu cokelat tebal dengan loreng-loreng hitam. Mu juga sering menakuti (merepotkan) J, namun tidak se-meneror (menghantui) Yon yang dianggap membawa kutukan ke rumah. Dua kucing ini sangat jinak dan dekat dengan A-ko, mereka sering bermain bersama dan saling menempel. Hal ini membuat J cemburu yang sulit dideskripsikan.
Sikap J kepada Yon dan Mu ini kadang memang jengkel karena mengganggu pekerjaannya sebagai komikus. Kadang J merasa cemburu seolah Yon dan Mu merebut A-ko darinya. Kadang J tidak mau kalah dengan A-ko yang mampu menguasai Yon dan Mu, misal permainan tongkat kucing. Meski begitu, J tetap membantu A-ko mencari Yon ketika kucing itu hilang.


Di tengah komik ini juga terdapat dua halaman berwarna lagi yang menampilkan foto-foto asli Yon dan Mu, si kucing yang menjadi teror utama komik Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu.
Saya tidak merasa komik ini lucu, tapi kalau dipikir-pikir memang cukup lucu dengan visual seram. Kalau dihubungkan dengan Junji Ito yang ahli dalam komik horor, diwakili tokoh J dalam komik ini, memandang kucing yang suka seenaknya sebagai entitas yang memiliki tujuan rahasia. J mengolah hal misterius seperti itu menjadi ide horor dengan pikirannya yang terbiasa mencari ide seram. Saya mengerti ini karena beberapa kali saya mengalami/mengetahui kejadian nyata yang bisa saya pertimbangkan sebagai ide yang sedang saya kerjakan. Hal seperti ini terjadi karena kita lebih memperhatikan sesuatu daripada biasanya.
Bagaimanapun juga komik ini tetap bagus dan gaya Junji Ito sangat terasa, bagaimana kucing yang dalam pandangan banyak orang selalu lucu dan menggemaskan menjadi begitu menyeramkan dalam goresan tangannya. Bukankah itu lucu?

Setiap 20 halaman komik Junji Ito’s Cat Diary – Yon & Mu ada jeda 2 halaman sebagai pemisah antar-bab. Jeda ini biasanya diisi dengan tanya-jawab kepada komikus J (Junji Ito) mengenai latar belakang cerita. Membaca komik ini membuat kita sedikit tahu kehidupan sehari-hari sang Junji Ito, setidaknya setelah membeli rumah baru dan bertunangan dengan A-ko. Banyak teman-teman saya yang suka komik tahu Junji Ito, terutama penggemar horor.
Saya sudah tiba di stasiun dan langsung menuju tempat pengiriman barang untuk mengambil motor. Selanjutnya saya menuju kota tujuan dengan bersepeda motor kesayangan, bernama Feblueary Valentine.
Sampai jumpa di pos selanjutnya!
