Mujirushi (The Sign of Dreams)

Mujirushi (The Sign of Dreams)

Diterbitkan pertama kali di Jepang oleh Shogakukan pada tahun 2018, adalah karya dari Naoki URASAWA / N Wood Studio. Berbeda dengan manga (komik Jepang) biasanya, ada keterangan lanjutan seperti ini:

  • Cooperation / Fujio Productions Ltd. © Fujio Akatsuka
  • Special Cooperation / Musee du Louvre © Musee du Louvre
  • Design / Kazuo UMINO, Isao YOSHIMURA + Bay Bridge Studio

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo (Level Comics). Rating komik Dewasa (18+), ditera di kover belakang.

Gambar: kover depan komik Mujirushi

Empat puluh tujuh hari kemudian saya melanjutkan tulisan ini, tepat di paragraf ini. Ketika itu berhenti menulis karena tidak ingin menulis saja, tidak ingin menyampaikan apa pun, dan tidak ada yang ingin disampaikan. Mungkin karena sebelum saya menulisnya di sini sudah saya bahas bersama teman rumah mengenai komik ini terlebih dahulu, jadi semacam muntah duluan. Mereka adalah L dan G.

Baiklah, jadi sekarang saya teringat kembali perasaan waktu itu bahkan suasananya, mungkin benar bahwa katanya ingatan kita ketika mengingat sesuatu bukanlah memori orisinal melainkan apa yang kita pikirkan terakhir kali. Informasi ini saya dengar di channel YouTube Sisi Terang Kehidupan. Saat itu L sedang mencuci, dan ketika kami berbincang datanglah G ikut bergabung.

Gambar: salah satu halaman komik Mujirushi

Pendapat saya seperti ini.

Saya cukup mengerti dan paham apa yang disampaikan penulis, apa yang diceritakan, dan teknik penceritaannya. Hal itu baik dan baik-baik saja, tidak ada masalah, tidak ada kesalahan. Semua saya rasa berjalan dengan baik dan lancar hingga saya selesai membaca, ya selesai, cukup, berhenti, selesai, sudah. Saya pun berpikir, “lalu apa?”

Saya pikir-pikir lagi dan tetap tidak menemukan sesuatu yang hebat atau baru atau menegangkan atau apapun yang membuat saya berempati atau terbawa suasana. Tidak ada. Akhirnya saya menyimpulkan komik ini hanya bacaan biasa, berfungsi sebagai hiburan, tidak istimewa selain fakta bahwa bermaksud dibuat istimewa (mungkin, saya tidak tahu).

Itulah mungkin yang membuat saya hilang selera mengulas komik ini, karena hambar. Atau mungkin juga memang saya saja yang sedang hambar, seperti saat ini pun saya melakukan semua ini tanpa perasaan. Sungguh saya tidak mengerti dengan semua ini dan apa yang terjadi. Saya bahkan bertanya-tanya apakah ini benar kehidupan nyata atau mimpi? Tapi saya sadar seharusnya ini nyata, tetapi kenapa tidak ada gairah? Saya jadi merasa seperti berada di dalam sebuah simulasi.

Gambar: ilustrasi dalam komik Mujirushi

Oke, di titik ini saya sudah melenceng dari niatan membahas komik Mujirushi, saya akan mencoba kembali.

Ilustrasi bagus, enak dilihat. Panel, balon kata, desain karakter sampai goresan pena juga tidak masalah. Kualitas kertas, cetakan, ukuran, ketebalan juga semuanya oke, jadi tidak ada masalah juga. Lalu apa lagi yang perlu saya sampaikan? Tidak ada.

Jika Anda membutuhkan apakah direkomendasikan atau tidak, saya netral. Anda tidak harus membaca komik ini dan tidak harus menghindari juga, jadi terserah Anda saja. Mungkin jika ada kesempatan bolehlah dibaca, jika belum ya tidak usah dicari-cari.

Gambar: halaman bagian dari komik Mujirushi

Mungkin ini memang sebuah karya yang bersifat relatif, tergantung bagaimana pembaca menilai atau menikmati. Biasanya saya akan memikirkan ini begitu dalam hingga menebak-nebak apakah sengaja atau bla… bla… bla… Tapi kali ini saya tidak mau ambil pusing dan memilih jujur dengan fakta bahwa saya merasa hambar dengan komik ini. Mohon maaf jika Anda pihak yang tersinggung, sungguh saya tidak bermaksud menilai rendah atau menjatuhkan.

Sudah cukup sampai sini saja, saya tidak akan mengoceh lebih banyak karena tidak berguna dan membuat waktu Anda terbuang sia-sia membacanya. Sampai jumpa entah kapan.

Gambar: kover belakang komik Mujirushi

Oh, saat ini saya sedang membaca komik Komi Sulit Berkomunikasi jilid 2 – 7, itu saja informasinya.

Tinggalkan komentar