Edisi Bahasa Indonesia diterbitkan pada tahun 2007 oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Usagi Yojimbo adalah karya Stan Sakai yang pernah memenangkan Eisner Award.
Eisner Award adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada artis komik yang kreatif. Namanya diambil dari nama Will Eisner. Eisner Award dibuat sebagai respon dari tidak dilanjutkannya Kirby Award setelah tahun 1987. Will Eisner (William Erwin Eisner) adalah seorang kartunis, penulis, dan wirausaha Amerika. Dia adalah salah satu kartunis paling awal yang bekerja di industri buku komik Amerika, dan seri The Spirit terkenal karena eksperimennya dalam konten dan bentuk. (sumber: Wikipedia)
Penghujung abad ke-16 di Jepang dianggap sebagai zaman Perang Saudara, masa-masa ketika para tuan tanah feodal bertarung memperebutkan tanah dan kekuasaan. Miyamoto Usagi terjun ke dalam banyak pertempuran dan selamat dari pertumpahan darah yang dahsyat, namun dia kehilangan majikannya, dan setelah seorang shogun akhirnya terpilih, Usagi malah terlunta-lunta tak punya pekerjaan. Banyak rekannya beralih menjadi penjahat dan tukang pukul, tapi Usagi memilih menjadi samurai pengelana, memerangi ketidakadilan sambil mengasah ilmu bela diri serta kehidupan spiritualnya.
Dalam cerita ini Usagi bergabung dengan temannya Gen, seekor badak petualang, serta para Kura-Kura Ninja untuk melindungi seorang sensei yang sudah tua dari sebuah klan ninja yang jahat. Pengembaraannya juga membawa Usagi ke sebuah desa terpencil yang terancam oleh para pembunuh keji. Hanya Usagi yang bisa menyelamatkan penduduk desa dan melawan sabetan pedang pembunuh yang tak kenal ampun.
Adaptasi piawai legenda samurai dalam bentuk komik.
Dari bagian belakang buku novel grafis Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian.

Ketika berkunjung ke studio, saya hanya bermain gim dan menonton drama di laptop karena tidak ada pekerjaan. Saya juga membaca sebuah komik yang sudah saya ekspos sebelumnya. Lalu saya masih ingin membaca satu komik lagi yang tidak bersambung atau hanya ada satu buku, maka saya mencari di rak buku dan menemukan Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian yang pada kover depan ditempel tulisan “Graphic Novel”. Beberapa waktu sebelumnya saya memang tertarik akan membaca komik ini, dan sekarang ketika menemukannya lagi, saya sangat senang. Saya tertarik dengan gaya gambar dan penyajiannya yang memakai karakter binatang.

Pemakaian karakter binatang yang menggantikan manusia terasa mudah dipahami jika menyampaikan cerita nyata, atau setidaknya terinspirasi dari kisah nyata. Seperti komik Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian ini yang sebenarnya mengisahkan sejarah Jepang abad ke-16, tentang samurai, ninja, perang, dan kondisi kehidupan masyarakat. Gaya gambar komik ini juga sederhana, membuat cerita yang sebenarnya berat menjadi tersampaikan dengan mudah. Pembaca mungkin juga bosan jika harus mengikuti sejarah yang dikemas secara realistis, terutama pada kaum muda zaman sekarang, maka terobosan ini saya rasa bisa diikuti komikus lain untuk menyampaikan tema serupa.

Saya kaget ketika muncul empat kura-kura yang menjadi ninja dalam komik ini, setelah saya lanjutkan, mereka begitu mirip dengan Kura-Kura Ninja (Teenage Mutant Ninja Turtles) yang selama ini saya ketahui. Apakah ini sekadar pelesetan untuk menarik perhatian, atau ada hubungan tertentu, mungkin diciptakan oleh orang sama? Saya tanyakan ke teman-teman yang ada di studio saat itu, tidak ada yang tahu. Maka saya pun mencari di internet.

Ternyata tidak, menurut Wikipedia, Kura-kura Ninja diciptakan oleh Kevin Eastman dan Peter Laird pada tahun 1984. Hal ini didukung oleh kalimat yang tertera pada biografi Stan Sakai di bagian belakang buku ini.
Usagi Yojimbo, pertama kali terbit pada tahun 1984. Sejak saat itu Usagi telah ditampilkan di televisi sebagai tamu serial Teenage Mutant Ninja Turtles, dan telah dibuat menjadi boneka, pakaian, serta ditampilkan dalam serangkaian koleksi komik.
Kutipan biografi Stan Sakai dalam komik Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian.
Mungkin karena kemunculan mereka pada tahun yang sama maka terjadilah “tukar-menukar karakter komik” ini.

Ketika mencari informasi tersebut, saya juga menemukan fakta yang membuat saya sangat terkejut. Bahkan selanjutnya menjadi semakin terkejut dan menjalar ke teman-teman saya di studio saat itu. Pertama, ternyata komik Usagi Yojimbo ini tidak hanya satu buku. Kedua, saat ini jumlah cerita komik Usagi Yojimbo ada 165 isu dan statusnya masih “sedang berlangsung”. (sumber: mangaupdates.com)
Ya, mungkin Anda telah mengetahui informasi ini, namun baru untuk saya karena awalnya saya ingin membaca komik yang hanya ada satu buku. Pada Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian ini tidak ada angka 1 (satu) yang biasanya menunjukkan volume pertama sebuah buku.

Cerita yang berjumlah 165 isu di atas bukan merupakan jumlah buku cetak (volume), melainkan seperti bab dalam buku. Disebut isu karena bukan merupakan sambungan cerita sebelumnya atau sesudahnya. Setiap isu adalah penggalan cerita Usagi dalam pengembaraannya. Buku cetak Usagi Yojimbo: Bayang-Bayang Kematian berisi tujuh isu, yaitu:
- Bayang-Bayang Hijau
- Jizo
- Shi
- Dongeng Kadal-Kadal
- Kebun Usagi
- Musim Gugur
- Medan Pertempuran

Akhirnya, saya ingin memiliki sendiri komik ini, saya sangat terinspirasi. Saya ingin mengoleksi semua edisi Bahasa Indonesia. Saya akan mencari ketika sudah punya uang. Semoga manusia bisa berdamai dengan Virus Corona dengan menerapkan normal baru jika memang tidak bisa dikalahkan. Sampai jumpa.
