Edisi original Jepang dipublikasikan pada 2016 oleh Takeshobo Co.,Ltd. Terjemahan bahasa Indonesia oleh PT Elex Media Komputindo pada 2019. Mangaka komik ini adalah Mikio Igarashi.

Suatu ketika saya ke toko buku, saya terterik begitu saja dengan komik Bonobono S. Saya merasa komik ini “tidak biasa”, tapi saya belum tahu apa itu. Dua bulan kemudian saya membuka plastik segelnya dan memberi sampul sebelum saya baca. Saya membawa komik ini ketika berkunjung ke studio hari itu juga dan saya membacanya di sana. Ketika itu saya mengobrol dengan teman saya (yang juga teman ketika membeli komik ini) dan mencari informasi tentang Bonobono S. Ternyata komik ini merupakan pengembangan dari komik Bonobono (tanpa “S”) yang rilis pada tahun 1987. Saat itu jugalah saya mendapat jawaban intuisi saya ketika di toko buku, bahwa komik ini legendaris. Kemudian saya juga ingat beberapa pekan lalu ketika saya ke toko buku lagi ada komik Bonobono (tanpa “S”) yang ternyata juga diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya jadi ingin membelinya juga.

Baik, tapi sebelum itu saya harus membaca Bonobono S terlebih dahulu karena sudah dibeli dan untuk mengetahui bagaimana isinya. Seperti gambar di atas, lembar pertama dicetak berwarna, memuat ilustrasi kover dalam dan daftar isi. Saya cukup senang karena Elex Media Komputindo mulai banyak melakukan ini, sepertinya mereka berusaha membuat mirip cetakan aslinya di Jepang.

Mengenai isinya, saya merasa biasa saja ketika membaca buku pertama. Bahkan saya memutuskan untuk tidak membeli kelanjutannya dan ini hanya koleksi. Namun semua itu berubah ketika saya membaca volume kedua, di sana mulai menarik karena beberapa konflik sebelumnya berimbas pada cerita selanjutnya. Misalnya teman yang selalu menjadi rival karena sifatnya yang tidak mau kalah. Dari situ peran setiap tokoh menjadi lebih jelas sesuai karakternya.

Karena itu sekarang saya memutuskan untuk lanjut mengoleksi komik ini, termasuk yang Bonobono tanpa “S”. Cerita dan gambar sangat ringan dan sederhana. Semua tokohnya adalah binatang. Selain itu beberapa cerita juga merupakan parodi dari dunia nyata (manusia), seperti smartphone dan Pocket-Go, dan disampaikan dengan baik dengan versi binatang. Oleh karena itu saya semakin menghargai Igarashi Sensei (mangakanya). Mungkin banyak manga sejenis ini, terlebih mengingat tahun awal rilisnya, banyak yang memiliki gaya sama. Namun saya tidak bisa memiliki dan/atau memperhatikan semuanya, jadi setidaknya saya ingin mengoleksi salah satu, dan itu adalah Bonobono.

Selanjutnya saya belum tahu apakah akan menulis lagi ketika membaca volume 3 keatas. Kukira itu tidak perlu jika tidak ada hal yang berbeda. Itu juga berlaku untuk komik lain yang memiliki banyak jilid dan saya belum membacanya dengan lengkap ketika menulis di blog ini.
Omong-omong, teman yang saya sebut di atas sudah membeli komik Dagashikashi bahasa Indonesia volume 1 dan dia bilang tidak suka. Saya tidak peduli dan saya memang menginginkan komik itu, maka saya beli dari dia dengan harga yang dikurangi. Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya. Terima kasih.
