Karya dari Tsubasa Fukuchi, Saike’s Repeated Days, terbit pertama kali pada tahun 2014 oleh Shogakukan, Jepang. Di Indonesia oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2017. Sekadar informasi, Tsubasa Fukuchi adalah pengarang manga The Law of Ueki yang sudah diadaptasi menjadi serial anime.

Awalnya saya ingin mencari referensi gaya gambar untuk pekerjaan. Ketika di studio saya disarankan membaca ini oleh editor saya karena katanya cocok dengan style saya. Meskipun komik yang akan saya kerjakan tidak mirip sama sekali dengan manga ini, tapi saya bisa mengambil keberanian Fukuchi sensei dalam menggambar. Selain itu saya juga mempelajari gesture dan mata karakter. Sekali lagi saya sampaikan kalau komik yang saya kerjakan tidak ada mirip-miripnya dengan manga ini, jadi jika Anda pada akhirnya bisa menebak komik apa yang saya kerjakan, mohon jangan kecewa. Haha…

Sekarang mulai membahas manganya, Saike’s Repeated Days. Jadi tokoh utama dalam manga ini namanya Saike Kazushiro, kelas tiga SMP pasaran tanpa kemampuan istimewa dan cita-cita. Orangnya (bisa dibilang) “dibawah” biasa saja. Hari-harinya membosankan dan hanya mengikuti pelajaran sekolah, menyendiri, mendengarkan musik dan membaca buku.

Beruntung, Saike memiliki teman dekat sejak masa kecil dan dia seorang perempuan, namanya Mikan Karatachi yang juga sekarang satu sekolah namun beda ruang kelas. Seolah Saike hanya memiliki satu teman saja di sekolah ini, yakni Mikan saja, mereka juga bukan siswa populer sama sakali. Hingga suatu hari, ada hal yang membuat Mikan bersikeras mengajak Saike ke sebuah danau. Lalu kejadian mengerikan terjadi, Saike terjatuh dari jurang dan tercebur ke danau dalam keputus-asaan.

Tiba-tiba Saike terbangun di pagi hari pada hari itu juga. Singkatnya dia mengulang waktu, namun ingatannya masih sebelumnya, termasuk semua kejadian dan informasi yang diketahui.

Hal ini membuat Saike kebingungan dan belum tahu harus berbuat apa, bahkan dia tetap mengulangi kejadian itu berkali-kali, berkali-kali, lagi dan lagi. Lalu ia sadar akan kemampuannya dan berhasil menangkal kejadian buruk yang terjadi sebelumnya. Termasuk kekuatan supernya yang bisa mengulang waktu kembali pada pukul tujuh pagi di hari yang sama dengan cara menceburkan diri ke danau untuk mengaktifkan kemampuannya itu.
Sampai di sini sangat mengejutkan, saya bahkan langsung mengernyitkan mata dengan ide cerita ini. Benar-benar diluar dugaan dan unik. Saat itu saya membaca buku pertama di studio, dan editor saya dan teman-teman lain bilang bahwa memang seperti itulah Fukuchi sensei ketika membuat manga, selalu unik dan aneh namun menarik. Saya pun memutuskan untuk meminjam komik ini untuk dibawa pulang.

Begitu Saike menyadari kekuatan supernya, dia memutuskan untuk dipakai menyelamatkan orang-orang. Dia akan menjadi pahlawan super, padahal tubuhnya lemah sekali dan kemampuannya aneh, tidak mungkin bisa menghadapi lawan dengan kekuatan fisik tinggi. Saat itu juga dia langsung didatangi musuh, dan berkekuatan fisik tinggi alis kuat. Tentu saja Saike tidak bisa menang melawannya, yang bisa dilakukan hanyalah terus mengulangi hari itu untuk mencari cara.

Sebenarnya kali ini saya merasa khawatir jika menyampaikan inti cerita komik yang saya bahas, jadi saya berusaha menguranginya. Saya takut membuat orang yang belum membacanya justru tidak ingin membaca komik itu karena terkena spoiler. Mungkin saya hanya akan lebih banyak menyampaikan pengalaman ketika membaca, kesan dan pendapat saya tentang komik tersebut. Ya, sepertinya itu lebih baik.

Sejak awal saya sudah sampaikan kalau ide manga ini unik, sekarang ada salah satu musuh lagi yang kekuatan supernya bisa mengeluarkan kembarannya dari dalam perut layaknya boneka Matryoshka dari Rusia. Maka kembaran itu juga dalam ukuran yang lebih kecil dan kembarannya juga bisa melakukan hal yang sama, semakin kecil dan begitu seterusnya sampai ukuran yang sangat kecil. Kelebihannya semakin kecil semakin kuat dan cepat. Sampai kejadian ini Saike sudah memiliki dua rekan yang pada awalnya mereka musuh. Kisah selengkapnya silakan membaca sendiri.

Semakin lama Saike semakin menemui orang-orang pemilik kekuatan yang juga samakin aneh. Kali ini adalah pengendali lengan baju, artinya dia hanya bisa menggunakan kekuatan ketika memakai baju. Ada juga pemilik kekuatan mengubah semuanya menjadi objek. Contohnya dia mengubah telapak kakinya menjadi ban sehingga bisa berjalan dengan sangat cepat. Sungguh Fukuchi….!

Kalau di bawah ini orang yang ditemui kelompok Saike ketika di Nepal dalam sebuah misi. Dia tampak mengerikan karena mengeluarkan benda aneh yang berputar, orang ini juga pemilik kekuatan super. Namun ternyata tidak ada hubungannya dengan benda yang dikeluarkannya, kekuatannya adalah berubah menjadi jeli. Ini juga cara yang mengejutkan dari Fukuchi dalam menyampaikan cerita, keren sekali!

Tidak cukup sampai di situ, di tengah misi ketika di dalam hutan, Saike juga dihadang perampok yang ternyata memiliki kekuatan super pula. Dia bisa mengeluarkan lintah sebanyak-banyaknya dari telapak tangan. Sungguh aneh dan mengerikan sekaligus menjijikkan.

Untuk yang di bawah, saya tidak akan menjelaskan kekuatan atau perannya. Karena tokoh ini penting, ya, seperti yang terlihat di gambar, dia seorang bayi.

Kalau begitu yang ini saja, dia musuh tim Saike yang bisa berubah menjadi raksasa dengan menutup retsleting jaketnya. Ia hanya bisa mengikuti perintah orang pertama yang memberinya perintah. Sungguh merepotkan.

Untuk (semakin) menghibur pembaca, Fukuchi juga menambahkan tulisan sehalaman penuh mengenai curahan hati atau apa pun darinya. Hampir setiap buku ada halaman seperti ini dan menurut saya itu adalah hal yang menarik. Kita bisa mendapatkan informasi lain mengenai pendapat ataupun kejadian yang dialami Fukuchi sensei saat membuat manga. Saya jadi bermimpi suatu saat saya mungkin bisa melakukan hal yang sama.

Tokoh terakhir yang dihadapi Saike di Nepal adalah Yuki. Ia bisa menciptakan kabut tebal yang bisa meredam suara dan penglihatan sampai nol. Hanya Yuki sendiri dan orang yang menyentuhnya yang bisa tetap mendengar dan melihat. Dalam kondisi seperti ini musuh akan bisa dikalahkan dengan mudah karena tidak bisa merasakan apa pun.

Musuh utama yang dihadapi rombongan Saike di Nepal sebenarnya juga musuh yang datang dari Jepang juga, sama seperti Saike. Mereka bahkan juga sudah mengenal. Kemudian, inilah kenang-kenangan Saike sebelum kembali ke Jepang, sebuah foto dengan pemandu selama di Nepal.

Sampai di Jepang, ternyata isu kemunculan orang berkekuatan super mulai menyebar dan membuat panik masyarakat. Keadaan ini sudah diduga oleh musuh Saike yang sebenarnya mereka bermusuhan karena perbedaan cara pandang. Salah satu teman sekelas Saike ada yang mendadak memiliki kekuatan aneh juga, dia bisa berubah menjadi monster raksasa. Namun, sungguh Fukuchi suka aneh-aneh, kepalanya tetap manusia, yang mana dalam hal ini masih anak-anak kelas tiga SMP. Seperti di bawah ini bentuknya.

Agar lebih menikmati, Anda harus membaca sendiri manga ini. Dengan begitu Anda akan merasakan keunikan yang menarik dan semakin membuat penasaran. Mungkin lama-kelamaan memang ceritanya biasa saja, menurut saya, tapi akan terus muncul hal aneh yang tidak terpikirkan. Sepertinya itu yang membuat penasaran dan bagaimana berakhirnya tokoh tersebut.
Lalu beberapa hari lalu saya membandingkan gaya gambar Fukuchi dalam manga The Law of Ueki. Keduanya memang aneh-aneh dan karakternya unik. Namun kali ini, dalam Saike’s Repeated Days, gambarnya lebih halus dan menyenangkan. Saya kagum dengan keberaniannya dalam mengekspresikan kebebasan berkarya. Saya merasa sejalan dengan ini dan suatu saat saya akan mengadaptasinya. Semoga!

Ini yang menarik lagi, Fukuchi biasanya juga memberikan bonus komik pendek di akhir buku Saike’s Repeated Days. Salah satunya mempertemukan karakter tim Saike dengan tim Ueki. Jika Anda penggemarnya maka akan mengerti apa yang terjadi di sini, akan memahami lawakannya juga. Jadi… jangan ragu untuk membaca manga ini, semuanya! (Eh, saya jadi mempromosikannya. Ahaha! XD)
Saya juga masih menunggu kelanjutannya, lho. Soalnya di studio hanya ada buku ke-1 sampai 9 saja. Saya kira hanya sampai di situ ketika awal membaca, ternyata belum. Argh!

Hei, ada lagi yang unik! Sampul komik volume 7 dan 8 dibuat menyambung, Anda bisa mengeceknya lagi di halaman atas postingan ini. Yang mengagetkan, bahkan bagian samping juga menyambung ternyata, seuatu yang tidak begitu penting, namun saya memahaminya karena menurut saya justru itulah bagian dari seni. Tepuk tangan.
Hal ini juga disampaikan oleh Fukuchi sendiri dalam selotehannya di buku terkait. Yang membuat saya penasaran kenapa warna judul pada bagian samping buku ke-6 dibuat warna ungu, lainnya biru muda. Entah ini hanya edisi Indonesia atau dari Jepang juga begitu.

Cukup sekian, terima kasih, semuanya. Selamat membaca!
Ah, after credit, saya juga melihat, dengan membuat cerita Saike yang mengulang hari seperti ini, otomatis Fukuchi sensei juga menggambar lagi beberapa adegan sebelumnya. Untungnya tidak copy-paste, dia benar-benar menggambarnya ulang, lo. Hebat!
Catatan: Ketika Anda melihat langsung manga ini, mungkin akan sering salah mengira kalau buku pertama gambarnya terbalik. Atau suatu waktu Anda merasa posisi bukunya terbalik, walau sebelumnya Anda sudah menyadari. 😀
Sampai jumpa!
