
Komik (manga) ini dibuat oleh Nobuyuki Fukumoto sebagai penulis cerita dan Kaiji Kawaguchi sebagai pelukisnya. Pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 2001 oleh Kodansha Ltd. dan di Indonesia oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 2007. Hanya ada satu buku selesai, tidak bersambung.

Sambil menunggu peserta rapat di studio, saya mengambil sebuah komik begitu saja di rak buku lalu membacanya. Tanpa ada ketidak-inginan maupun ketertarikan yang seperti biasa saya lakukan (pakai mood), mungkin bisa dikatakan selera saya sedang netral kali ini, saya benar-benar membacanya begitu saja. Semua terasa “biasa” karena dua orang tokoh terjebak di badai salju ketika mendaki gunung dan salah satu dari mereka terluka di bagian lutut. Mereka hanya berdiam diri di dekat batu, sedangkan tokoh yang cedera berbaring dalam selimut.

Ketika badai mereda, mereka menemukan rumah persinggahan dan segera masuk ke dalam untuk berlindung, mempertahankan hidup dan menunggu bantuan. Mereka bisa mengubungi orang lain karena ada telepon di dalam rumah itu, juga ada perapian untuk menghangatkan diri serta membuat makanan.

Saya terus membaca dan penasaran pada bagian mana komik ini akan menarik dan selesai hanya dalam satu buku, tidak seperti kebanyakan manga yang berlangsung dalam beberapa volume. Sementara sejauh ini mereka hanya berdua dan tidak berganti lokasi sama sekali. Mungkin cerita ini memang sudah membawa masalah sejak awal halaman.

Benar saja, ternyata memang itulah konfliknya, memang hanya mereka berdualah yang bermasalah. Bahkan latar tempat ini tidak berpindah karena mereka terjebak di sana. Manga ini hanya menceritakan kisah dua orang pendaki gunung yang terjebak badai salju. Namun bukan karena kondisi alam itulah konfliknya, mereka adalah sahabat dekat yang mengungkapkan segalanya dalam situasi sekarat. Sepertinya memang ada benarnya ketika ada teman saya mengatakan “seseorang akan menunjukkan jati dirinya yang asli ketika mendaki gunung”.

Karena mereka saling mengungkapkan rahasia dan karena berbagai alasan, mereka pun ingin saling membunuh di dalam rumah itu. Saling mencurigai, saling tidak percaya, saling membenci, saling menyalahkan dan semua “kesalingan” yang buruk. Tim penyelamat mengkonfirmasi melalui telepon bahwa baru bisa ke sana dua hari lagi, artinya mereka harus bertahan selama itu juga.

Pada akhirnya siapa yang masih bertahan hidup, mati semuanya atau selamat semuanya, sebaiknya Anda membaca sendiri. Yah…, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa ending cerita ini sangat tidak terduga karena sejak awal sampai selesai hanya dua tokoh dan satu tempat. Mungkin saat membaca kita akan berpihak kepada salah satu tokoh dan mendukungnya, itu wajar.
Saya rasa konsep cerita ini sangat bagus dan saya merasa terinspirasi. Dari segi gambar juga keren, semuanya tersampaikan dengan baik.

Akhir kata, saya tidak menyesal telah membaca komik ini. Lalu teman-teman yang akan rapat sudah datang semuanya. Beberapa dari mereka juga mengatakan kalau komik ini keren, tentunya mereka yang sudah membaca.
