Judul asli Comi-San Wa, Comyusho Desu, oleh Tomohito Oda, diterbitkan tahun 2016 oleh Shogakukan di Jepang. Original cover design / Masato Ishizawa + Bay Bridge Studio. Edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo dengan judul Komi Sulit Berkomunikasi pada tahun 2021.
Pos tentang manga Komi Sulit Berkomunikasi jilid 1 sampai 7 ada di tautan ini: Komi Sulit Berkomunikasi (jilid 1 – 7).
Setelah pindah kota, saya punya banyak kesibukan dan aktivitas. Baik pekerjaan pribadi biasanya, sebagai komikus, maupun aktivitas bersama keluarga dan lingkungan. Mungkin bukan kegiatan besar, tapi cukup menguras banyak energi dan waktu karena jarak yang cukup jauh.
Saya menyewa tempat tinggal di pusat kota bersama adik perempuan saya untuk bekerja, sedang keluarga ada di pinggir kota yang jaraknya lebih dari 50 kilometer. Beberapa hari sekali kami harus pulang-pergi jika ada sesuatu atau sekadar berkunjung. Sebenarnya jarak ini sudah biasa bagi beberapa orang di kampung halaman, misalnya untuk sekolah atau bekerja, setiap hari dengan bersepeda motor. Saya pun dulu sempat merasakan itu ketika SMA, dan fenomena seperti ini masih berlanjut hingga sekarang. Transportasi umum tidak berjalan dengan baik di sini.

Di tengah kesibukan pada suatu pagi di hari Sabtu, untuk pertama kalinya setelah pindah kota, saya merasakan pemadaman listrik. Awalnya saya sedikit senang karena bisa istirahat, akhirnya itu menjadi menyebalkan setelah terjadi sampai jam 4 sore. Hari Minggunya, yang biasanya saya jadwalkan untuk tidak bekerja, saya pakai untuk membereskan pekerjaan di hari Sabtu dan tidak berkunjung ke kampung halaman. Hari Senin saya pikir akan berjalan untuk lanjut bekerja, namun, di luar dugaan, ada pemadaman listrik lagi.
Selama pemadaman listrik tersebut, saya membaca manga Komi Sulit Berkomunikasi jilid 8, 9, dan 10.
Komi Sulit Berkomunikasi (Jilid 8)

Uraian singkat:
Karyawisata pertama bagi Komi, sang gadis cantik yang sulit berkomunikasi, dimulai saat SMP, Komi tidak ikut karyawisata karena tidak punya teman, sehingga hatinya dirayapi kecemasan. Tapi, sekarang di sisinya sudah ada Tadano yang bisa menghapus kecemasan itu, juga banyak teman yang sudah akrab dengannya. Bersama teman-temannya, Komi jalan-jalan mengelilingi Kyoto, tidur di kala malam, main perang bantal, mandi bersama, dan saling berbagi rahasia. Komi sepertinya mendapatkan kenangan berharga yang sayang kalau hanya dilewatkan dengan tidur. Inilah kisah komedi si gadis cantik yang tiap momennya selalu berkilauan!

Mulai jilid 8 ini sepertinya Komi akan banyak mengeluarkan suaranya, terutama kepada Tadano. Jika sebelumnya Komi begitu kesulitan dan terbata-bata ketika ingin mengucapkan sesuatu melalui mulut, di sini dia lebih lancar begitu berhasil memulai. Meskipun ia memulai pembicaraan langsung itu melalui telepon, pada akhirnya Komi dan Tadano bercakap di sudut pagar yang berlain arah. Ide bagus Komi! Tadano selalu pengertian (dan beruntung).

Komi juga sudah mulai berani bepergian dengan teman lain tanpa Tadano, salah satunya pergi ke Desa Film ketika karyawisata. Di desa itu mereka dapat menyaksikan pertunjukan drama secara langsung (tidak di atas panggung) yang terkadang melibatkan pengunjung. Saat itu Komi sedang memakai kostum ala Maiko, karena aura kecantikan dan daya tariknya yang luar biasa, membuat para pemeran menjadikannya tokoh tuan putri yang menyamar. Banyak kesalah-pahaman dan kejadian dramatis antara Komi, temannya, dan pemain asli.

Di akhir jilid 8 ini, setelah halaman bonus, dilampirkan 3 halaman berisi komik bonus dan cuplikan selanjutnya yang seharusnya ada di akhir jilid 7. Jadi, ini adalah sesuatu yang seharusnya ada di komik Komi Sulit Berkomunikasi jilid 7 tetapi terlewatkan. Saya tidak tahu apakah ini terjadi (kesalahan) edisi Indonesia saja atau memang dari aslinya begitu. Tapi, sepertinya edisi Indonesia saja, masa iya kesalahan cetak akan diikuti edisi terjemahan di negara lain?

Cuplikan untuk jilid selanjutnya (jilid 8) yang seharusnya ada di akhir jilid 7 disusulkan di jilid 8 rasanya jadi aneh. Namun, ini bentuk tanggung jawab penerbit, mereka tetap memberikan apa yang seharusnya didapatkan pembaca, meski tertinggal tetap diberikan, terlepas itu berguna atau tidak. Salut!
Komi Sulit Berkomunikasi (Jilid 9)

Uraian singkat:
Komi, sang gadis cantik yang sulit berkomunikasi, diundang Onemine ke rumahnya dan berjuang membuat cokelat valentine. Dia menghadiahkan cokelat pertemanan kepada teman-teman sekelas yang sudah jadi akrab dengannya. Baik ke teman cewek, maupun ke teman cowok… Sementara itu, di hari Valentine, Tadano gelisah sejak pagi. Dia merogoh loker sepatu dan laci meja sampai lebih dalam dari biasanya. Di hari bersimpangsiurnya berbagai pemikiran itu, Komi menggerakkan keberanian… dan berlari. Ingin menyerahkan, tapi tidak bisa? Inilah jilid ke-9 dari komedi sang gadis cantik yang bunyi detak jantungnya sampai menggema saking tegangnya!

Ketika Komi bersama Onemine dan Otori baru saja tiba di rumah Onemine, mereka disambut adik-adik Onemine yang suka mengganggu. Salah satu kejahilannya, yang sepertinya akan membuat pembaca berterima kasih, adalah menepuk bokong Komi. Kelakuan ini pasti tidak ada yang bisa melakukannya selain anak kecil, semuanya tidak menduga akan ada kejadian seperti ini kecuali Onemine yang bersikap biasa dan hanya berkomentar, “ah, mereka adik-adikku… mungkin mereka akan mengganggu…” seolah itu hal yang wajar. Ketika sudah membaca selengkapnya dalam jilid ini saya setuju dengan itu, memang “wajar” bagi mereka.

Saya pikir Tadano adalah orang paling beruntung dalam seri komik Komi Sulit Berkomunikasi ini, tentu saja, bahkan teman-teman sekitarnya iri dengannya. Kali ini Tadano menyaksikan Komi yang sedang memakai lip gloss tepat di depan matanya ketika ia sendiri mengalami pecah bibir. Lihatlah gambar di atas dan Anda akan mengerti, bibir Komi dan ekspresinya dan wajah Tadano yang membuat orang ingin melempar sandal (atau tomat, atau apa pun!).

Jilid 9 yang bertema Hari Valentine disertai pula bonus Ilustrasi Spesial Kyunpad!, cerita valentine Komi yang dimuat pada situs resep komik Kyunpad pada bulan Februari 2017. Sayangnya situs itu sudah tidak bisa dilihat, seperti yang mereka sampaikan.
Komi Sulit Berkomunikasi (Jilid 10)

Uraian singkat:
Memasuki bulan Maret, masa kelas 1 SMA Komi yang sudah akrab dengan teman-temannya itu tinggal sebentar lagi. Untuk pertama kalinya rasa bingung dan kesepian karena akan berpisah membuncah dalam diri Komi. Mulai bulan April, Komi naik ke kelas 2. Teman barunya di kelas baru adalah Manbagi, si mamba gyaru. Di balik penampilan mencoloknya, Manbagi sepertinya risau karena tidak bisa mendapat teman baru. Komi yang sudah sedikit berkembang pun menyemangati Manbagi yang sama-sama cemas karena berada di lingkungan baru. Inilah kisah komedi sang gadis cantik yang sulit berkomunikasi dan kikuk, tapi sangat baik hati…

Dalam jilid 10 ini saya merasakan semacam “era baru” manga Komi Sulit Berkomunikasi, saya menjadi bersemangat dan penasaran. Komi dan Tadano mengingat kembali masa-masa kelas 1 SMA mereka, dari awal mula berteman sampai berteman dengan banyak orang yang bermacam-macan dan unik di kelas. Yah, karena memang situasinya sedang mengenang masa lalu, kilas balik di sini menampilkan potongan halaman dan panel dari jilid sebelum-sebelumnya. Saya kira itu membahagiakan mangaka karena mengurangi beban kerja. Haha!

Hal yang mengejutkan sebagai “era baru” adalah kenyataan bahwa adik Komi dan adik Tadano tahun ini masuk SMA dan mereka sekelas. Luar biasa! Bisa dibayangkan, dua anak ini akan menjadi versi kebalikan dari Komi-Tadano sebelumnya, yaitu Komi cowok dan Tadano cewek. Benar-benar mengejutkan dan tentunya membuat pembaca penasaran. Dua anak ini kita sebut saja Shosuke (Komi Shosuke) dan Hitomi (Tadano Hitomi), karena nama keluarga mereka sama dengan kakak masing-masing, tentunya.

Komi dan Tadano (Komi Shoko dan Tadano Hitohito) yang sudah naik kelas 2 harus berteman dengan siswa-siswi baru karena pembagian nama dan tempat duduk diacak dan diatur oleh sekolah. Terutama Komi, yang sejak awal kesulitan dapat teman, harus berjuang lagi menghadapi murid-murid baru. Singkat cerita, ada seorang siswi nyentrik di sebelah Komi, yang dihindari murid lain karena dandanannya itu, bernama Manbagi. Dengan sangat dramatis, akhirnya Komi, Manbagi, dan (tentu saja) Tadano berteman. Komi juga dikenalkan kepada teman-teman Manbagi sebelumnya, maka ini menjadi tambahan besar ke dalam “catatan (daftar) teman Komi”.

Seperti jilid komik Komi Sulit Berkomunikasi sebelumnya, jilid 8, 9, dan 10 ini pun selalu ada halaman Komik Bonus di belakang (kecuali jilid 7 yang bermasalah; dibahas di atas). Komik bonus di sini seperti opsi lain suatu peristiwa/alur dari cerita asli atau kejadian yang (soelah-olah) dipotong/tidak ditampilkan karena suatu hal. Ini menarik!
Listrik sudah menyala, hari ini tidak selama hari Sabtu, hanya sampai makan siang. Sebulan kemudian, pada hari Selasa, hal serupa terjadi lagi. Khawatir pemadaman listrik akan berlangsung seharian lagi, saya segera menyiapkan alat kerja, pakaian ganti, dan selimut lalu pulang ke rumah di kampung halaman. Selama seminggu saya bekerja siang hari di rumah, malam harinya saya ke rumah ayah karena sinyal seluler lebih stabil di sana. Selesai mengunggah progres komik (pekerjaan) saya kembali ke rumah tengah malam lalu tidur.
Jarak antara saya membaca komik ini dengan penulisan pos ini cukup lama, apalagi saya sempat menyimpannya sebagai konsep (draft) beberapa kali, sehingga sudah ada banyak hal terjadi.
Sekian pos kali ini, sampai jumpa!
