Manga ini hanya ada 2 jilid tamat, oleh Iunosu, diterbitkan pertama kali di Jepang pada tahun 2017 oleh Shogakukan. Edisi terjemahan Indonesia diatur oleh Shogakukan melalui The Kashima Agency, diterbitkan pertama kali tahun 2021 oleh PT Elex Media Komputindo, kelompok Gramedia.
Saya membeli manga ini karena hanya dua buku selesai, jadi tidak akan memakan banyak ruang dan biaya untuk mengoleksi. Konsepnya juga sederhana, dengan begitu saya bisa memakainya sebagai referensi di kemudian hari. Saat ini saya memang sedang gemar mengamati manga yang diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, sekadar hobi sambil melakukan penelitian mandiri. Jadi sekarang saya memiliki koleksi komik dengan genre dan gaya yang beragam.

Baik, kali ini saya mulai pos ini dengan sinopsis/pengantar yang tertera di kover belakang manga Lil’ Sis Please Cook For me!!
Adik-adik perempuanku kelewat santai!!
Tsukishima, Tokyo, merupakan tanah sucinya ‘monja’, makanan khas Kanto. Karena suatu hal, Yuzuki (21), anak sulung keluarga Umikawa dipaksa menjadi penerus kedai monja di tanah kelahirannya sendiri! Tidak hanya harus meladeni pengunjung di jam sibuk, dia juga harus mengembangkan menu baru! Meski demikian, adik-adik perempuannya sama sekali tak menunjukkan gelagat mau membantu! “Wahai, para adik perempuanku, kumohon bantu aku!!” (Dikutip dari kover belakang manga Lil’ Sis Please Cook For me! jilid pertama edisi Indonesia)

Monja? Apa itu monja? Akan saya jelaskan sedikit, saya pun sebenarnya baru tahu ketika membaca manga ini, mencarinya di internet. Monja, atau nama panjangnya Monjayaki, adalah makanan Jepang yang dibuat dari adonan terigu encer dan digoreng di atas plat besi. Isinya berupa sayuran, daging, atau makanan laut. Walaupun umum dijumpai di wilayah Kanto, monjayaki populer sebagai makanan khas Tokyo. (Sumber: Wikipedia)
Monja mudah dibuat dan dihidangkan langsung setelah dimasak, biasanya pelanggan memasaknya sendiri di meja, atau bisa juga meminta pelayan memasakkan di hadapan pelangan.

Tidak ada judul khusus pada tiap bab, hanya ditulis Chapter 1, dan seterusnya. Ada satu bab yang dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Chapter 6-1 dan Chapter 6-2, saya tidak mengerti kenapa dibuat demikian.
Kover Chapter 1 menampilkan tokoh Yuzuki dan keempat adik perempuannya yang membelakangi, latar belakang putih polos dan hanya ada kelopak bunga berjatuhan. Saya suka konsep ini, terasa cocok untuk menggambarkan adik-adik perempuan Yuzuki yang tidak peduli dengan kesibukannya. Sebagai bab pertama juga cocok untuk membuat pembaca penasaran akan seperti apa adik-adik Yuzuki ini.

Jadi, ceritanya Yuzuki ini seorang mahasiswa yang bercita-cita menjadi guru, namun mendadak orangtuanya akan pergi ke daerah Kansai dengan alasan melebarkan bisnis kedai monja, dan menyerahkan tanggung jawab kedai di Tsukishima kepada Yuzuki begitu saja. Sebenarnya Yuzuki tidak setuju dengan ide itu, tapi dia tetap menerimanya. Kemudian Yuzuki menjadi sangat sibuk mengelola kedai, selain jadi pemilik, dia juga menjadi koki, pelayan, dan semuanya karena tidak ada pegawai.
Di sisi lain, Yuzuki, yang ditinggal kedua orangtuanya, hidup bersama keempat adik-adiknya yang semuanya perempuan. Sebenarnya keadaan mereka ini cukup aneh dan saya pikir tidak akan mungkin terjadi dengan wajar di Indonesia, yang mana kedua orangtua meninggalkan semua anaknya begitu saja dengan membekali bisnis kedai untuk memenuhi hidup. Tapi memang akan menjadi menarik, bagaimana mereka akan bertahan hidup dengan kondisi itu, tapi kalau dipikir-pikir lagi memang menjadi begitu eksrem, ya?

Yuzuki akhirnya mulai terbiasa dengan pekerjaannya sebagai owner meski tetap dipermainkan adik-adik perempuannya yang bebas dan tak terkendali. Namun, suatu hari, dia mendapat telepon dari sekolah Mizuki, sang anak kedua yang hikikomori! Yuzuki berusaha keras membuat Mizuki keluar kamar, tapi ucapan Mizuki malah kembali membangkitkan pergesekan dalam keluarga yang harusnya telah terpendam sejak ‘insiden itu’!? Simak volume terakhir dari kisah ikatan dalam keluarga yang makin erat dan menyentuh ini! (Dikutip dari bagian belakang manga Lil’ Sis Please Cook For me! jilid kedua edisi Indonesia)

Nah, adik perempuan Yuzuki yang ada 4 anak ini semuanya masih sekolah, adik pertama duduk di bangku SMA, adik kedua dan ketiga SMP, dan terakhir masih SD. Keempat anak ini juga memiliki sifat berbeda-beda yang memengaruhi kehidupan mereka pula. Ada yang tidak betah di rumah dan suka nongkrong, ada yang hidupnya terjadwal seperti robot, ada yang ceria dan narsis, dan ada juga yang mengurung diri di dalam kamar (hikikomori).
Padahal Yuzuki sedang sangat sibuk mengurus bisnis kedai monja yang juga menopang kehidupan mereka berlima, tapi adik-adik perempuannya hampir bisa dikatakan tidak membantu apa-apa. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Yuzuki punya beberapa trik untuk membuat adik-adiknya mau membantu di kedai, mereka pun mau membantu beberapa kali.

Berbagai hal telah terjadi selama Yuzuki mengelola kedai monja, itu menjadikannya lebih cepat dewasa dalam bersikap. Yuzuki juga terbiasa dengan banyak persoalan yang harus diselesaikan segera atau setidaknya mengambil keputusan cepat. Termasuk dalam mengurus adik-adik perempuannya, Yuzuki semakin lihai menarik mereka untuk membantu di kedai. Bahkan anak yang selama ini hikikomori pun berhasil dibujuk keluar kamar oleh Yuzuki, dengan cara yang tidak mudah tentu saja.
Secara garis besar kedai monja yang dikelola Yuzuki dan adik-adik perempuannya ini cukup sukses, bahkan mungkin lebih berkembang daripada jika tetap dikelola orangtua mereka. Kesuksesan ini tak lain dan tak bukan adalah berkat kebersamaan mereka sendiri, karena pelanggan tertarik dengan konsep yang mereka buat.

Pada bagian akhir manga Lil’ Sis Please Cook For me! jilid 1 ada bab bonus yang menarik. Konsep utama manga ini, kan, Yuzuki mengelola kedai monja dan adik-adik perempuannya tidak mau membantu, tapi dalam bab bonus menjadi kebalikannya, adik-adik perempuan Yuzuki sangat senang membantu di kedai, membuat Yuzuki malah tersiksa.
Selain itu juga masih ada komik bonus setelah bab bonus di atas, pada jilid 2 pun ada bab Side Chapter, komik bonus, dan bonus setelahnya.


Tidak lupa mangakanya, Iunosu, juga menyampaikan beberapa patah kata dalam halaman Afterwords di kedua jilid manga Lil’ Sis Please Cook For me!, berisi cerita singkat ketika membuat manga ini, perasaannya, dan ucapan terima kasih.
Dari saya pribadi, ketika membaca manga ini, yang membuat saya kurang nyaman hanya sosok kedua orangtua Yuzuki yang kurang terasa dewasa. Maksud saya adalah desain karakternya secara visual. Di sini sepertinya Iunosu-Sensei terbiasa menggambar tokoh pemuda, maka menjadi kesulitan ketika harus menggambarkan tokoh orang tua. Selain itu saya rasa cukup, cerita bisa dinikmati, cukup unik, ilustrasi juga aman, memang tidak hebat tapi tidak buruk juga, jadi manga ini cukup bagus.
Saya suka kesederhanaan dalam manga ini, baik dalam cerita, gambar, karakter, latar, dan tata letaknya.
Begitu saja, ini adalah pos pertama di tahun 2022, jadi selamat tahun baru!
