Dragon Ball II (Jilid 27 dan 32), Terbitan Rajawali Grafiti

Dragon Ball II (Jilid 27 dan 32), Terbitan Rajawali Grafiti

Diterbitkan oleh Rajawali Grafiti, bahasa Indonesia. Tidak ada informasi lain karena tidak ada Katalog Dalam Terbitan (KDT), bahkan nama pengarangnya pun tidak ada. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari Wikipedia, buku ini kemungkinan terbit sebelum tahun 1998 karena Rajawali Grafiti tutup pada tahun tersebut, setelah terkena dampak krisis moneter. Penerbit ini pernah melakukan tindakan ilegal “menambah cerita buatan sendiri” secara sepihak seri Dragon Ball setelah cerita aslinya berakhir pada volume 42. Masih dari sumber yang sama, disebutkan bahwa Rajawali Grafiti mengkhususkan diri menerjemahkan manga yang populer saat itu dengan penyuntingan yang buruk.

Gambar: kover depan komik Dragon Ball II jilid 27 dan 32 terbitan Rajawali Grafiti

Berawal dari membaca Wikipedia itu, saya penasaran seperti apa komik yang mereka terbitkan. Bersama seorang kawan, kami mencari di toko daring dan menemukan cukup banyak. Kami pun membeli beberapa dan dibagi dua, seperti Dragon Ball II ini, jilid 27 dimiliki teman saya dan jilid 32 milik saya. Penasaran kami terutama pada kualitas penyuntingan yang dibilang buruk itu, saya pribadi memang ingin mengoleksinya dan ingin meneliti. Meski komik ini kemungkinan besar hasil pembajakan, saya pikir tidak salah menyimpan sebagai bukti sejarah perkembangan komik di Indonesia. Komik lain terbitan Rajawali Grafiti yang kami beli adalah Mr. IQ dan Crayon, akan saya ulas di pos berbeda.

Gambar: kover depan dan dust jacket komik Dragon Ball II jilid 27 terbitan Rajawali Grafiti

Ketika membuka sampul komik Dragon Ball II jilid 27 dan 32, saya terkejut karena ternyata memiliki dust jacket1, sesuatu yang belum tentu didapat pada komik terbitan sekarang. Ukuran komik ini juga lebih besar (14.5 x 20 cm) dan memakai kertas tebal (book paper). Kualitas penjilidan juga terbilang bagus karena tidak lepas/rusak di usia tua ini (20 tahun lebih).

Kertas untuk dust jacket juga masih baik, sedangkan kover asli (di dalam jaket) berbahan lebih tebal, sangat tebal jika dibandingkan komik Jepang terjemahan saat ini. Uniknya, ilustrasi pada dust jacket dicetak berwarna sedangkan kover asli monokrom. Mengetahui hal ini saya teringat ketika SMP pernah melihat obral komik dengan kover monokrom, mungkinkah itu adalah komik terbitan Rajawali Grafiti?

1. (Wikipedia (Dust Jacket): Jaket debu (kadang-kadang jaket buku, pembungkus debu atau penutup debu) dari buku adalah penutup luar yang dapat dilepas, biasanya terbuat dari kertas dan dicetak dengan teks dan ilustrasi. Penutup luar ini telah melipat flap yang menahannya ke sampul buku depan dan belakang.)

Gambar: dust jacket dan kover komik Dragon Ball II jilid 27 dan 32 terbitan Rajawali Grafiti

Mungkin karena jarang, saya sangat senang ketika mendapati buku yang memiliki dust jacket seperti ini, terasa berharga dan layak dikoleksi. Pada dust jacket yang melipat ke dalam ada kalimat pengantar untuk mengawali komik ini, seperti ini:

Alkisah, si jago Wu Kong yang hidup terpencil di sebuah hutan. Mendadak kedatangan tamu tak diundang bernama Putri. Gadis cantik itu mengajak Wu Kong mencari 7 Mustika Naga, yang dipercaya bisa mengabulkan segala keinginan. Petualangan seperti apakah yang mereka hadapi?! Simak kisah selengkapnya di cergam Dragon Ball edisi khusus ini.

Omong-omong, mereka menyebut buku ini cergam (cerita bergambar), mungkin istilah komik belum populer saat itu. Atau, mungkin seniman lokal memang enggan memakai kata komik yang merupakan serapan dari bahasa Inggris, comic, dan sengaja membuat istilah sendiri supaya khas (seperti manga, Jepang).

Gambar: tokoh Wu Kong dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti yang resminya bernama Goku

Sebelum membahas isi komik, saya akan membahas tokohnya terlebih dulu. Ada beberapa perbedaan nama tokoh dibandingkan seri Dragon Ball yang saya tahu selama ini, baik manga maupun anime. Inilah daftar nama tokoh dalam komik Dragon Ball II jilid 27 dan 32 terbitan Rajawali Grafiti:

  • Wu Kong (Goku)
  • Putri (Bulma)
  • Ketua (Guru)
  • Wu Fan (Gohan)
  • Kholin (Krilin)
  • Tim Tempur (Pasukan Ginyu)
  • Furiza (Frieza)
  • Spike (Piccolo)
  • Lowe (Nail)
  • Dhidi (Dende)
  • Bejita (Vegeta)
  • Cyborg 16 (Android #16)
  • Cyborg 17 (Android #17)
  • Cyborg 18 (Android #18)
  • Toranku (Trunks)
  • Seru (Cell)
  • Dewa (Kami)
Gambar: halaman pengenalan tokoh dan ringkasan cerita dalam komik Dragon Ball II jilid 27 terbitan Rajawali Grafiti

Saat mengamati gambar “Tim Tempur” pada halaman pengenalan tokoh di atas, saya bertanya-tanya kenapa ada lima pasang kaki padahal kepalanya hanya empat. Saya sempat berdebat dengan teman saya manakah kaki yang tidak memiliki kepala, dan yang terpenting, kenapa hal itu bisa terjadi. Ketika mencari informasi di internet untuk menulis pos ini, saya mendapat jawaban bahwa ternyata sebenarnya gambar Tim Tempur (Pasukan Ginyu) itu seharusnya memang lima karakter. Berarti ada satu tokoh yang dihapus dengan sengaja oleh Rajawali Grafiti? Kenapa, Rajawali Grafiti? Kenapa?

Gambar: halaman daftar isi dan iklan dalam komik Dragon Ball II jilid 32 terbitan Rajawali Grafiti

Saya pikir urutan beberapa halaman komik ini ditata ulang oleh Rajawali Grafiti untuk meletakkan iklan. Mereka juga tidak menyertakan Katalog Dalam Terbitan (KDT) sehingga bisa diisi dengan iklan lagi. Komik ini memakai format baca dari kiri ke kanan. Ketika membaca saya sempat curiga karena beberapa hal terasa janggal, lalu saya mencari tokoh yang memiliki perbedaan desain antara kiri dan kanan lalu membandingkannya dengan hasil penelusuran gambar di mesin pencari. Hasilnya: terbalik (di-mirror). Bukan masalah, hal ini wajar dilakukan pada zaman dulu, tapi komik sekarang sudah mengikuti aslinya (khususnya manga, kanan ke kiri).

Sekarang mari lihat bagian isi komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti ini.

Gambar: adegan tokoh Furiza melawan Wu Fan dalam komik Dragon Ball II jilid 27 terbitan Rajawali Grafiti

Jilid 27 bercerita tentang Wufan, Kholin, Dhidi, Spike, dan Bejita melawan Furiza yang sampai mengubah wujud 3 kali. Furiza menampakkan wujud aslinya dengan kekuatan maksimal. Wufan dan Kholin hampir mati, Spike babak belur, dan Bejita dihajar habis meski sudah mengklaim Super Sanya, sedangkan Dhidi tewas dengan mudah.

Gambar: adegan pertarungan tokoh Seru melawan Spike dalam komik Dragon Ball II jilid 32 terbitan Rajawali Grafiti

Jilid 32 bercerita tentang kemunculan pertama Seru yang kemudian dilawan oleh Spike (setelah bergabung dengan Dewa). Kelahiran Seru ditemukan oleh Toranku dkk., Seru semakin besar dan kuat setelah menghisap warga kota. Bejita yang mengetahui hal ini juga ingin mengalahkannya, tapi Seru selalu kabur karena belum merasa cukup kuat. Sementara itu Cyborg 16, 17, dan 18 juga datang mencari Wu Kong, di sini Spike harus melawan mereka juga.

Dari dua cerita ini dapat disimpulkan kalau versi asli komik Dragon Ball II ini berjudul Dragon Ball Z karya Akira Toriyama. Seri manga Dragon Ball memiliki dua pembagian rentang waktu utama, yaitu ketika Goku masih kecil dan sudah remaja/dewasa.

Gambar: ilustrasi yang kemungkinan seharusnya dicetak berwarna dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti

Saya menemukan 14 halaman dengan ilustrasi yang saya pikir aslinya berwarna (bukan hitam-putih). Bagian ini seharusnya dicetak berwarna karena memang menjadi kurang nyaman dibaca ketika dicetak monokrom. Empat belas halaman ini berurutan dan dalam satu bab yang sama, tepatnya pada bab terakhir Dragon Ball II jilid 27 terbitan Rajawali Grafiti. Hal ini terasa aneh karena biasanya halaman khusus (misal berwarna) diletakkan di depan. Dengan begitu saya jadi berpikir apakah Rajawali Grafiti membuat daftar isi sendiri yang tidak sama dengan aslinya. Jika benar begitu maka jilid 27 belum tentu sama dengan jilid 27 manga Dragon Ball di Jepang maupun terbitan Elex Media Komputindo, Indonesia.

Gambar: halaman iklan yang terletak di antara bab dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti

Ketika sedang asyik membaca, Anda akan menemukan iklan lagi pada akhir beberapa bab sebelum masuk ke bab selanjutnya. Iklan-iklan ini adalah komik lain yang diterbitkan juga oleh Rajawali Grafiti. Menariknya, setiap ikan disertai kata-kata unik yang membuatnya terasa “sungguh iklan”, seperti tampak pada gambar di atas: EDISI TERBARU, GELEGAR! lalu disertai sinopsis untuk membuat pembaca penasaran. Tidak jarang susunan dan pemilihan kata mereka menjadi menggelikan jika dibaca era sekarang, ini salah dua yang saya kutip sebagai contoh:

  1. Luangkan waktu ! Jangan lewatkan Cergam yang satu ini !
    Kisah tentang seorang gadis yang memiliki kekuatan menundukkan segala jenis binatang. Tapi sanggupkah dia menghadapi “monster gurun“, makhluk – makhluk yang menyeramkan itu ?
    [Full Colour] Edisi terbaru Rajawali Grafiti.
    (Untuk iklan komik Monster Gurun (entah apa judul komik aslinya)).
  2. Satu lagi dari Rajawali Grafiti ! Dragon Quest
    Kamu senang berpetualang, khan ? nach simak dech, cergam yang satu ini. kocak, seru dan pokoknya . . . . . Siiipplah !!! eh, tunggu dulu !! jangan lupa, ya !
Gambar: salah satu halaman judul bab dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti

Ada yang keren sekarang, setiap judul bab dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti dibuat khusus dengan tangan (hand lettering) yang indah. Mungkin untuk selera sekarang agak kurang, tapi saya pikir untuk waktu itu terasa mewah, saya menghargai seniman yang mengerjakan bagian ini. Judul seperti ini memang wajar dalam cergam lokal waktu itu, saya sering melihatnya, mungkin memang menjadi semacam tren. Sesuatu yang mirip lagi dengan cergam lokal adalah adanya narasi di antara panel, saya pikir ini tidak perlu karena hanya menjelaskan tentang kejadian yang sudah digambarkan.

Gambar: efek suara adegan pertarungan dalam komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti

Selain itu setiap kata dalam balon kata juga ditulis tangan (bukan font komputer), begitu pula dengan efek suara. Gaya huruf yang dipakai juga unik dan konsisten, salut sekali lagi kepada mereka yang mengerjakan, pasti membutuhkan usaha keras. Untuk perataan teks memang kalah dengan komputer, mereka hanya memakai rata kiri, berbeda dengan komputer yang biasanya memakai rata tengah supaya lebih rapi. Tapi saya mengerti, rata kiri dipilih untuk mempermudah penulisan, mereka harus mengerjakan begitu banyak naskah untuk memenuhi permintaan produksi, kan? (Dua jempol!)

Gambar: bagian dust jacket yang melipat ke dalam bagian belakang pada komik Dragon Ball II terbitan Rajawali Grafiti

Jilid komik diakhiri dengan halaman isi terakhir begitu saja, tidak ada halaman iklan atau basa-basi lainnya, setelah kata “bersambung…” lalu sampul belakang. Saya tidak nyaman melihat buku yang seperti ini, seperti ada bahaya ketika sampul rusak akan mengancam halaman terakhir isi komik itu. Dilihat saja pun tidak nyaman, saya tidak tahan.

Meski begitu ada ilustrasi gadis cantik, mungkin Putri (Bulma), dengan setelan tempur penuh gaya. Saya suka gambar ini, pada jilid 27 dan 32 warnanya berbeda meski gambarnya sama. Gaya visual ini sedang digemari lagi saat ini.

Gambar: kover belakang komik Dragon Ball II jilid 27 dan 32 terbitan Rajawali Grafiti

Salah ketika berpikir kita terbebas dari iklan, kover belakang dengan dust jacket komik ini menampilkan iklan dengan berwarna, salah satunya bahkan bukan lagi memasarkan komik lain yang diterbitkan Rajawali Grafiti melainkan produk camilan, Choki Choki (dari Mayora), dengan kreatifitas yang tak kalah unik. Jika Rajawali Grafiti ini menerbitkan komik terjemahan ilegal, kenapa bisa ada iklan dari perusahaan lain? Saya tidak tahu.

Fyuh! Akhirnya pos ini selesai, beberapa hari ini hidung saya terganggu dengan aroma buku tua. Saya harus menyelesaikan membaca komik terbitan Rajawali Grafiti (yang sudah tua ini) dan dilanjutkan menulis pos blog tentangnya dengan beberapa kali harus membolak-balik halaman. Saya baru ingat, seharusnya saya memakai masker.

Sampai jumpa di pos berikutnya!

Bonus! Saya suka logo penerbit Rajawali Grafiti.

Satu tanggapan untuk “Dragon Ball II (Jilid 27 dan 32), Terbitan Rajawali Grafiti

Tinggalkan komentar