Manga karya Gege Akutami. Terbit pertama kali di Jepang pada tahun 2018 oleh Shueisha Inc. Hak cipta terjemahan Indonesia dipegang oleh PT Elex Media Komputindo, diatur oleh Shueisha Inc. melalui International Buyers Agent Ltd., diterbitkan pertama kali pada tahun 2021 oleh PT Elex Media Kumputindo (Kelompok Gramedia).
Ini adalah manga (komik) yang saya koleksi sejak awal terbit di Indonesia dan masih berjalan sampai sekarang, setiap terbit jilid baru saya beli. Selama ini saya mengoleksi komik yang sudah terbit beberapa jilid, bahkan sudah selesai, sederhananya saya beli ketika sempat.

Saya tidak begitu mengikuti kabar terkini tentang manga/anime, hanya berjalan begitu saja. Dalam artian tidak terlalu memburunya, mengambil apa yang saya temukan. Waktu itu ada beberapa kawan, kami berbincang mengenai kabar terkini manga, salah satunya yang sedang populer adalah Jujutsu Kaisen ini. Ternyata jilid pertama sudah terbit di Indonesia bulan lalu, saya pun segera membeli di toko buku. Jilid ketiga terbit bulan berikutnya, saya tidak sabar ingin membaca, maka manga ini menjadi prioritas bacaan daripada beberapa buku lain yang sudah saya beli.

Yuji Itadori murid SMA dengan kemampuan atletik yang luar biasa. Tapi dia memilih menjalani kesehariannya dengan santai, menjenguk sang kakek dan ikut kegiatan klub ‘Peneliti Hal Gaib’ sekolahnya. Sampai suatu hari, segel “objek terkutuk” yang berada di sekolahnya terlepas, menyebabkan energi kutukan menyebar ke seluruh gedung. Dia pun mencoba menyusup ke dalam gedung sekolah demi menolong seniornya yang telah membuka segel tersebut. Akan tetapi, yang dihadapinya ternyata tidak bisa dilawan hanya dengan kekuatan fisik semata…!! (Dikutip dari bagian belakang komik Jujutsu Kaisen jilid ke-1 edisi Indonesia)

Dengan ceroboh, Itadori memakan objek terkutuk untuk mendapatkan kekuatan supaya bisa mengalahkan makhluk kutukan yang menyerang seniornya. Pada permulaan ini Itadori juga bertemu shaman yang nantinya akan menajadi rekan. Setelah memakan objek terkutuk itu, Itadori menyatu dengan makhluk bernama Ryomen Sukuna dalam satu tubuh, menjadi seperti kepribadian ganda. Hebatnya ternyata Itadori ini mampu menahan Sukuna dan mengendalikan tubuhnya sendiri (tidak kehilangan kendali).

Saya duga 4 halaman pertama setiap jilid manga Jujutsu Kaisen ini seharusnya dicetak berwarna, karena jadi kurang tampak ketika dicetak hitam-putih (terlalu gelap, tidak bisa dinikmati). Kenyataan seperti ini sudah sejak lama dalam manga edisi Indonesia, dan biasanya penggemar menginginkan adanya halaman berwarna ketika memang seharusnya berwarna. Mulai jilid ke-2 ada halaman pengenalan tokoh, pada jilid pertama ruang ini diisi ilustrasi tokoh (yang tidak bisa dinikmati itu).

Namun, ada yang menyenangkan di sini, manga ini tetap memakai efek suara (SFX) asli, yang merupakan kaligrafi huruf Jepang (kanji). Saya dengar hal ini dilakukan karena SFX itu juga merupakan bagian dari karya, mangaka membuatnya secara khusus bukan asal tempel di proses editing komputer (font). Dan memang benar, dengan adanya efek suara dalam bentuk asli ini mampu menggambarkan kejadian yang diinginkan, seperti getaran dan gelombang. Jangan khawatir jika Anda tidak bisa membaca kanji, ada terjemahan versi Indonesia yang diselipkan di dekatnya, misal “BRAKK”, “DRUAKK”. Pengalaman sejauh ini saya tidak terganggu dengan teknik ini, jadi saya pikir ini baik.

Sebuah lapas anak pria dikuasai “janin kutukan”!! Itadori dan dua murid tahun pertama Akademi Jujutsu diutus untuk menyelamatkan mereka yang masih terperangkap di lapas tersebut. Akan tetapi, janin yang telah bermetamorfosis menjadi kutukan tingkat tinggi itu melancarkan serangannya hingga Itadori dkk. berada dalam kondisi terdesak. Demi mengalahkan kutukan tersebut, Itadori pun melakukan pertukaran yang riskan dengan Sukuna…!! (Dikutip dari bagian belakang komik Jujutsu Kaisen jilid ke-2 edisi Indonesia)

Pada akhir setiap bab, sebelum masuk bab baru, ada jeda halaman yang berisi profil salah satu karakter manga Jujutsu Kaisen. Informasi ini berguna kepada pembaca supaya kenal lebih dalam tokoh penting dalam manga tanpa harus disampaikan sedikit demi sedikit di dalam cerita. Pembaca tidak perlu mengumpulkan informasi itu, dan pengarang juga tidak perlu repot memikirkan bagaimana cara menyampaikan dengan format cerita komik. Nice!

Tidak hanya (dan tidak selalu) profil karakter yang dimuat di halaman jeda antar-bab. Terkadang sesuatu yang hanya gurauan belaka, misal curhatan Gege Akutami-sensei. Terkadang berisi penjelasan panjang tentang sesuatu yang penting sampai tidak penting. Kesimpulannya, halaman jeda ini bisa diisi apa saja. Keberadaannya cukup berguna untuk memberi ruang pembaca untuk rehat sejenak dari cerita inti yang tegang.

Kembali ke cerita, jadi Itadori dkk. ini adalah shaman, mereka melawan makhluk kutukan yang bisa muncul di mana saja dan kapan saja. Ini menjadi masalah besar karena membahayakan publik. Makhluk kutukan adalah perwujudan energi negatif manusia, seperti penderitaan, penghinaan, dan penyesalan, kekuatan jahat yang membawa orang-orang menuju kematian.
Aoi Todo dan Mai Zenin dari Akademi Jujutsu Kyoto muncul di hadapan Fushigura dan Kagisaki! Kira-kira apa, ya, jawaban Fushiguro atas “pertanyaan tak terduga” Todo?
Sementara Itu, Itadori sendiri pergi ke sebuah tempat untuk melatih kemampuan bertarungnya. Lalu, latihan seperti apakah yang akan dijalaninya? (Dikutip dari komik Jujutsu Kaisen jilid ke-3 edisi Indonesia)

Shaman sendiri jika diterjemahkan secara langsung berarti “dukun” dalam bahasa Indonesia. Perannya kurang lebih sama, mereka adalah orang-orang yang bisa berinteraksi dengan “makhluk lain”. Jika di budaya Indonesia dukun memiliki ilmu untuk menjalin kontrak dengan jin/setan/roh untuk berbagai keperluan (baik atau buruk) maka dalam manga Jujutsu Kaisen pun kurang lebih demikian. Konsep seperti ini sudah cukup sering dalam cerita manga terdahulu, misalnya Shaman king.

Setiap jilid (volume) ada komik ekstra yang berisi campuran antara curhatan mangaka (komikus) dan tokoh manga Jujutsu Kaisen. Komik ekstra ini berada di bagian akhir buku, setelah cerita inti selesai. Saya menganggapnya kejadian di luar proyek yang disuguhkan, seolah para tokoh komik berkegiatan di luar “syuting” atau adegan di luar pokok utama. Ya, memang benar, sih, disebut “ekstra”. Di sini kualitas gambarnya sederhana, hanya berupa sketsa.

Masih ada lagi, entah ini bisa disebut ekstra ganda atau apa, tapi mereka menamainya Jujusanpo (Jujutsu Jalan-jalan). Kalau yang ini hanya berupa satu panel adegan tokoh utama manga Jujutsu Kaisen dilengkapi balon kata. Jilid 1 sampai 3 kompak memakai templat yang sama. Kali ini mungkin lebih tepat disebut ilustrasi kegiatan “pemeran” tokoh Jujutsu Kaisen di luar pekerjaan “syuting(?)”, seperti itulah jika manga ini diibaratkan film.
Kesimpulannya, saya sangat suka manga ini. Saya tidak sabar ingin membaca jilid selanjutnya dan selanjutnya. Tipe manga shonen dengan gaya baru, menurut saya, karena terasa dekat dengan pembaca. Saya akan membahas lebih banyak lagi di pos selanjutnya, jilid 4-6. Bulan ini jilid ke-4 manga Jujutsu Kaisen sudah ada di toko buku, saya akan segera ke sana!
