Smurf: Smurf Polisi

Smurf: Smurf Polisi

Komik kisah Smurf edisi Smurf Polisi berjudul asli Les Schtroumpes de L’orde, hak cipta Peyo tahun 2012, berlisensi melalui I.M.P.S. (Brussels) tahun 2016. Edisi Indonesia diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo (kelompok Gramedia) pertama kali pada tahun 2014. Buku yang saya miliki adalah cetakan ke-4, tahun 2016. Berdasarkan daftar judul komik Smurf di bagian belakang buku, komik ini memiliki 45 jilid, saya berencana mengoleksi semuanya karena saya sangat suka Smurf, karena berwarna biru tentu saja!

Gambar: kover depan komik Smurf (Smurf Polisi)

Sudah lama saya ingin memiliki komik Smurf. Tapi belum tercapai karena masalah keuangan, selain itu saya dulu belum begitu adiktif dengan warna biru. Sekarang saya sangat terobsesi dengan warna biru, maka mulailah petualangan ini. Sangat menyenangkan ketika tahu komik Smurf edisi Indonesia terbit. Ini adalah komik Smurf pertama saya, yang saya dapatkan dengan harga lebih murah karena diskon toko buku. Selanjutnya saya akan rutin membeli dengan harga normal, kalau pun ternyata ada diskon, ya, bukan masalah, beruntung, bukan?

Gambar: kover bagian dalam komik Smurf (Smurf Polisi)

Harapan saya pada komik Smurf adalah dimanjakan dengan unsur warna biru yang melimpah. Dan benar saja! Pada bagian dalam kover ada ilustrasi Smurf-Smurf monokrom biru. Saya juga sengaja memilih komik Smurf episode Smurf Polisi karena mereka memakai kostum polisi berwarna biru, jadi ada biru ganda di sini.

Dari awal para Smurf memang berwarna biru, maka visual komik Smurf yang menceritakan Smurf selalu ada warna biru. Masuk ke dalam, bertebaran warna biru di mana-mana. Di mana ada Smurf, di situ ada warna biru. Smurf-Smurf ini hidup berdampingan di lingkungan biasa, berwarna normal, misalnya kayu berwarna cokelat.

Gambar: salah satu halaman komik Smurf (Smurf Polisi)

Seri Smurf Polisi ini berkisah tentang desa Smurf yang sedang mengalami banyak masalah. Masalahnya kemudian semua masalah itu selalu harus dibawa ke Papa Smurf (semacam sesepuh, yang dituakan). Cara itu merepotkan dan tidak efektif dalam jangka panjang. Papa Smurf kemudian berinisiatif membuat peraturan dan dibentuk polisi Smurf untuk menegakkannya.

Saya rasa banyak pesan moral disampaikan dalam komik ini. Pembaca jadi membayangkan dan menduga-duga apakah memang seperti ini sebuah sistem lahir, undang-undang terbentuk, dan keamanan ada. Beberapa teman bilang ketika saya membuat suatu karya selalu memiliki pesan moral, yang meski pun merupakan ide mulia tapi sering kali terasa kaku. Begitu membaca komik ini saya sangat suka, merasa cocok, merasa menemukan kesamaan visi & misi. Berarti anggapan teman-teman saya itu tidak salah, mungkin saya saja yang masih perlu berusaha lagi supaya bisa membuat yang seperti Smurf. (Ah, impian…)

Gambar: dua Smurf polisi sedang beraksi dalam komik Smurf (Smurf Polisi)

Meski menyebut diri terobsesi warna biru, tetapi saya baru mulai mengetahui dasar Smurf ketika membaca komik ini. Selama ini saya hanya tahu bahwa Smurf berwarna biru. Sebenarnya, kalau tidak salah, saya juga pernah menonton film Smurf, tapi entah kenapa saya bisa lupa sama sekali.

Ciri khas Smurf selain warna biru adalah kata “smurf” yang sangat sering muncul ketika mereka berbicara. Kata “smurf” itu bahkan menggantikan kata yang sudah ada, namun anehnya pembaca tetap paham. Contoh:

  • “Ayo, smurf masalah ini ke Papa Smurf!”
  • “Siapa yang bisa mensmurf tulisan ini?”
  • “Awas! Kembang apinya smurf semua!”

Beberapa mungkin tidak dapat dimengerti apa tepatnya kata yang diganti “smurf”, tapi dengan mengikuti cerita dan ilustrasi komik kita bisa memahami. Ide ini genius! Smurf memiliki karakter yang kuat, siapa saja yang mengidolakan pasti akan menirukan cara bicara Smurf, memakai warna Smurf, dan mengambil bentuk Smurf. Tiga hal tersebut bisa Anda bayangkan dengan gambar Smurf berwarna biru dan balon kata bertulisan “Smurf”.

Gambar: halaman berlatar malam pada komik Smurf (Smurf Polisi)

Lalu, akhirnya tiba bagian yang saya impikan dalam komik Smurf: warna biru yang mendominasi, adalah adegan pada malam hari. Efek malam pada komik ini memakai warna kebiruan, jadi ketika Smurf keluar maka semuanya benar-benar dikuasai warna biru. Ketika saya sempat membawa komik ini ke tempat kerja dan teman saya melihat bagian halaman ini ia berkata, “Ini pasti menjadi bagian favoritmu!” Saya pun tersenyum lebar.

Sebelum menulis banyak, ketika baru mulai menulis judul pos, saya malah tergoda mengunjungi situs web smurf.com dan menghabiskan 2 jam untuk melihat-lihat. Banyak informasi saya dapat di sana tentang Smurf sebagai kekayaan intelektual.

Saya sungguh akan mengoleksi 44 komik Smurf lainnya. Kira-kira apa saja yang bisa saya bahas nanti, ya? Empat puluh empat itu banyak, lo. Kalau begitu, sampai jumpa!

Tinggalkan komentar