Manga ini hanya ada 4 jilid tamat. Another adalah karya dari Yukito Ayatsuji dan Hiro Kiyohara. Terbit pertama kali pada tahun 2010 (jilid 1), 2011 (jilid 2 dan 3), dan 2012 (jilid 4) di Jepang oleh Kadokawa Corporation. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia lewat Tuttle-Mory Agency, Inc. Hak cipta terjemahan Indonesia pada PT Gramedia Pustaka Utama – M&C tahun 2020 dan keempatnya diterbitkan pertama kali pada 2021 oleh PT yang sama.

Tokoh utama dalam komik ini adalah Sakakibara Kouichi dan Misaki Mei, dengan format nama keluarga-nama kecil (budaya Jepang). Nama ini perlu Anda ingat supaya tidak bingung, saya akan menyebut Misaki Mei dengan nama lengkap, Misaki Mei.
Jilid 1: 26 tahun yang lalu, di SMP Yomi Utara, ada seorang murid bernama Misaki yang populer sejak kelas 1. Namun, saat dia naik ke kelas 3, Misaki tiba-tiba meninggal akibat kecelakaan. Teman-teman Misaki tidak bisa menerima kenyataan kematian Misaki yang mendadak itu, lalu menganggap seolah Misaki masih hidup. Akan tetapi, ketika kelas itu berfoto bersama di hari upacara kelulusan sekolah, terlihat sosok Misaki yang seharusnya tidak ada di foto itu… (Dikutip dari kover belakang manga Another jilid 1)

Pada jilid pertama ini saya masih tergiring kesimpulan saya sendiri, mencoba menebak-nebak siapa dan bagaimana tokoh ini. Saya benar-benar termakan oleh sajian cerita. Sakakibara Kouichi pindah sekolah ketika masuk kelas 3 di SMP Yomi Utara, ternyata ibu dan bibinya dulu juga sekolah di sini. Sakakibara Kouichi menderita sakit paru-paru, sehingga aktivitasnya terbatas. Bahkan ketika akan masuk sekolah baru ini ia masih dirawat di rumah sakit, calon teman barunya di kelas 3-3 sempat menjenguk. Teman yang datang itu hanya perwakilan kelas, dua orang. Hari itu juga Kouichi bertemu anak perempuan di lift secara tidak sengaja, gadis itu memakai seragam SMP Yomi Utara, namanya Misaki Mei.
Jilid 2: Kouichi yang kini bersekolah di SMP mendiang ibunya dulu, SMP Yomi Utara, merasakan keganjilan dari suasana kelas 3-3 yang seolah-olah sedang ketakutan akan sesuatu. Ditambah lagi, ada perempuan misterius, Misaki Mei, yang keberadaannya dianggap tidak ada oleh seisi kelas… Pada hari kedua ujian tengah semester, Sakuragi Yukari bergegas pulang karena mendengar kalau keluarganya kecelakaan. Namun, pada saat menuruni tangga, dia terpeleset… (Dikutip dari kover belakang manga Another jilid 2)

Kini kehidupan sekolah Sakakibara Kouichi di SMP Yomi Utara sudah dimulai, banyak keganjilan di kelas ini. Gadis bernama Misaki Mei ternyata juga sekelas dengannya, anak ini adalah “orang yang tidak ada”, sehingga tidak ada yang mengajaknya berinteraksi. Anehnya Sakakibara bisa melihat Misaki Mei dan beberapa kali mengajaknya bicara. Sikap itu ternyata sangat berbahaya, dari obrolan itu Misaki Mei menyampaikan banyak informasi ganjil. Akhirnya Sakakibara pun menjadi seperti Misaki Mei, menjadi “orang yang tidak ada”. Pada jilid 2 ini juga terjadi kejadian tragis, kematian mengerikan salah seorang siswi di sekolah. Kematian ini akibat dari hubungan Sakakibara dan Misaki Mei.

Jilid 3: Ketika jumlah murid di kelas bertambah satu orang tanpa ada yang sadar, satu atau lebih orang yang terhubung dengan kelas 3-3 pada tahun itu akan mati setiap bulannya… Untuk menanggulanginya, harus ada satu orang yang dianggap sebagai “orang yang tidak ada”. Misaki Mei dianggap sebagai “orang yang tidak ada” untuk menggantikan “orang mati” yang menyusup ke dalam kelas. Namun, “bencana” terus berlanjut silih berganti merenggut nyawa Sakuragi Yukari dan ibunya, Mizuno Sanae, dan Takabayashi… Kouichi pun menjadi “orang yang tidak ada” kedua. Bencana yang tidak bisa dihentikan begitu sudah dimulai… “Orang mati”-nya siapa? (Dikutip dari kover belakang manga Another jilid 3)

Bencana di kelas 3-3 telah berjalan, lebih tepatnya kematian siswa dan keluarganya. Bencana ganjil ini memang berlaku untuk siapa pun yang berhubungan dengan kelas 3-3 SMP Yomi Utara dua generasi sedarah ke atas dan ke bawah. Benar-benar bencana dengan dampak mengerikan. Untuk menghindari bencana, semua yang terlibat harus tutup mulut dan mengikuti aturan kelas yang sudah diputuskan bersama. Wali kelas pun masuk dalam ancaman, dia juga menjadi korban, mati, lalu digantikan oleh wakil wali kelas bernama Bu Mikami. Orang yang terlibat adalah siswa, wali kelas, dan keluarga mereka dua generasi ke atas dan ke bawah, guru biasa dan teman tidak termasuk.

Jilid 4: Bu Mikami mengumumkan kalau kelas 3-3 akan melaksanakan perkemahan di Gedung Memorial Sakitani untuk menghentikan bencana yang sudah terlanjur dimulai. Tepat sebelum perkemahan dimulai, Kouchi dkk. yang mendapatkan informasi dari Mochizuki akhirnya mengetahui kalau ada cara untuk menghentikan “bencana” itu dari kaset yang berisi rekaman suara murid kelas 3-3 pada 15 tahun yang lalu, saat “bencana” itu tiba-tiba berhenti. Kenyataan yang mengejutkan pun terungkap di volume terakhir ini. (Dikutip dari kover belakang manga Another jilid 4)

Nah, di jilid terakhir ini memang cara untuk menghentikan bencana ini terjawab. Ada cara untuk menghentikan keganjilan tahun ini. Bencana ini menjadi ancaman setiap tahun di kelas 3-3 yang terkutuk, namun tidak selalu terjadi setiap tahun. Tahun ketika bencana muncul disebut dengan “tahun yang ada”, untuk menanggulangi bencana sejak awal disiapkan “orang yang tidak ada” supaya tidak ada “orang mati” yang menyusup di kelas dan terjadi bencana (kutukan). Ketika aturan berjalan dengan baik maka bencana bisa dicegah.
Akhir cerita ini sungguh tidak terduga, meski jawaban sudah muncul dan sempat bisa ditebak, namun orang yang menjadi kunci itulah yang di luar dugaan. Saya sangat puas dengan manga ini sampai akhir, sangat saya rekomendasikan untuk Anda baca.

Omong-omong, saya membaca manga Another ini meminjam teman serumah (nama: G), dia membelinya ketika ke suatu hari ke toko buku dengan saya. Kejadiannya tidak biasa, dia membeli Another lengkap padahal sudah ada teman serumah lain (nama: L) yang sudah punya. Meski saya pribadi kadang juga membeli buku/komik yang sudah dimiliki mereka di rumah ini, tapi saya heran ketika G melakukannya karena dia tidak pernah begitu, dia bahkan orang yang paling jarang membeli buku/komik. Maka ketika G tiba-tiba membeli buku banyak saya heran, beberapa hari kemudian saya tahu kalau itu karena dia punya rak buku baru.

Kepuasan lain saya pada manga Another edisi Indonesia adalah fisiknya, dicetak dengan kertas baik, tebal, ukuran lebih besar, dan halaman yang memang seharusnya berwarna juga dicetak berwarna. Pembaca Indonesia sering membanding-bandingkan kualitas fisik komik terjemahan dengan aslinya, jadi saya pikir kali ini sangat mirip. Namun, sangat disayangkan Another jilid 1 halaman yang seharusnya dicetak berwarna dicetak hitam-putih. Hal seperti ini memang cukup mudah diamati karena perbedaan gaya ilustrasi daripada bagian isi. Dugaan saya adalah mungkin pihak penerbit awalnya tidak berniat mencetak halaman berwarna (kebiasaan lama), lalu berubah pikiran ketika jilid 2. Kemungkinan juga itu merupakan pertimbangan untuk menarik pembeli, karena sekarang era komik digital sedang naik. Sedangkan pembaca/peminat komik cetak terus menurun, sehingga penerbit harus memperkuat minat beli pembaca komik. Salah satunya dengan mencetak komik terjemahan semirip edisi asli di negara asal.

Beberapa halaman berwarna dalam manga Another ini isinya beragam: ada isi komik, sekadar ilustrasi, dan daftar isi. Halaman ini memang sangat berguna dan membantu imajinasi pembaca karena bisa membayangkan tokoh dan situasi dalam warna. Ilustrasi juga dibuat lebih detail, jadi memang sangat memuaskan.

Enam orang pada gambar di atas adalah siswa-siswi yang berperan aktif sepanjang cerita manga Another. Gambar berwarna ini ditampilkan ketika cerita sudah bergejolak ke mana-mana, jadi ketika melihatnya saya memiliki spekulasi bermacam-macam. Salah satunya tentu saja kenapa ada siswi yang berbalik badan, apa artinya itu?

Untuk ilustrasi halaman daftar isi sama dengan kover depan, tapi dengan versi penuh. Sangat keren! Ada kepuasan tersendiri ketika melihat ilustrasi kover dengan perbesar wajah tokoh kemudian mendapati versi yang lebih luas, Anda akan berkata: “Oh, jadi yang di depan itu potongan dari gambar ini!” Saya pikir senimannya pandai menggambar bibir, di sini bibir tokoh perempuan terasa manis. Lipatan matanya juga keren.

Di dalam, bagian isi, ketika kilas balik diilustrasikan dengan baik. Meski memang memakai gambar yang sudah ada sebelumnya, namun dieksekusi dengan berbeda, yakni dengan menimpakan garis-garis putih, ini seperti film yang diputar ulang dengan cepat. Sangat bagus, saya merasa ini benar-benar seperti bayangan, terasa seperti ketika kita mengingat-ingat masa lampau, mungkin visualnya akan seperti ini. Hal ini berbeda dengan kilas balik yang biasanya panel luar dibuat hitam, rasanya berbeda, tujuan dan kondisi tokohnya juga mungkin berbeda. Garis-garis putih ini seperti ingatan yang kabur, teringat begitu saja tapi terlalu cepat untuk mengingat detail. Bukan bagaimana kejadian saat itu yang kita ingat, melainkan perasaan yang muncul, dampak emosional yang muncul kembali.

Bagian favorit saya di manga ini adalah ketika Misaki Mei menunjukkan mata kirinya, “Mata biru yang hampa… Mata kiriku ini “mata boneka”, mata ini bisa melihat sesuatu yang lebih baik tidak dilihat.” Selain karena terdengar hebat, tanpa itu pun, saya hanya (jelas) suka karena mata itu berwarna BIRU. Penampilan Misaki Mei yang memakai penutup mata sebelah memang cukup membuat penasaran pembaca, apalagi ketika ia berkata demikian. Dan memang benar, mata biru yang ditutup itu cukup penting, tapi jangan berharap itu akan menjadi senjata utama ala pahlawan super yang sering muncul dalam setiap aksi.

Terakhir, saya memotret ilustrasi kover depan manga Another lengkap (1 – 4) karena bibir manis dan tatapan mata keren.
Tulisan ini pun selesai setelah dua minggu, sejak awal pekan ini saya kembali bekerja di kantor, tidak lagi kerja dari rumah, karena untuk efektivitas kerja. Bulan ini juga kontrak kerja saya habis dan perlu diperbarui, saya memakai beberapa bulan terakhir untuk berpikir lanjut atau tidak. Yang jelas tanggal 17 Agustus yang lalu adalah hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, selamat 76! Sampai jumpa!
