Judul asli komik ini adalah “Bukatsu, Suki Janakya Dame Desu Ka?” oleh Katsuki Izumi. Diterbitkan pertama kali pada tahun 2018 oleh Square Enix Co., Ltd. di Jepang. Terjemahan dalam bahasa Indonesia diatur Square Enix Co., Ltd. dan PT Elex Media Komputindo melalui Tuttle-Mori Agency, Inc. Hak cipta terjemahan dipegang oleh PT Elex Media Komputindo, dan diterbitkan pertama kali tahun 2020.

Saya mendapat komik ini berawal dari ketidaksengajaan mengisi waktu yang membosankan. Hari itu saya dalam kondisi yang bosan menjalani rutinitas kantoran (padahal pekerjaan saya di sana adalah menggambar, yang merupakan kesukaan saya sejak ingat). Sepulang kerja saya mampir ke toko buku besar di tengah kota, sambil menikmati suasana kota dalam perjalanan naik sepeda motor. Di dalam toko buku pun saya hanya melihat-lihat, tidak ada keinginan membeli buku namun berharap menemukan sesuatu yang menarik. saya berjalan di antara rak novel kemudian rak komik. Saya memang tidak ingin melewati rak buku non-fiksi karena merasa penat, ingin hiburan saja. Sejam kemudian saya putus asa karena tetap tidak menemukan apa-apa dan berniat pulang. Hampir mendekati tangga menuju pintu keluar, mata saya tidak sengaja menangkap deretan beberapa buku. Buku-buku tersebut adalah komik, setelah saya dekati ternyata area ini berisi buku campuran, yang mungkin sengaja disiapkan untuk orang-orang yang sudah hendak meninggalkan toko seperti saya. Mungkin dengan adanya area ini kita bisa tertarik menambah pembelian sedikit lagi. Di antara beberapa komik di situ ada komik ini, Club Activities? So What!

Awalnya saya mengira ini novel ringan Jepang terjemahan (Lite Novel) karena ilustrasi sampul bergaya anime dan ketebalan buku (saya pikir pasti) di atas 250 halaman. Namun, ketika saya melihat ikon bintang dengan tulisan “one shot” saya bertanya, “apakah ini komik?” Dan benar saja, ketika melihat bagian belakang kover buku ada keterangan “Boys Comics”, ini memang komik! Akhirnya saya membawa komik ini ke kasir setelah berpikir satu kali.
Pada gambar di atas saya membandingkan ketebalan komik Club Activities? So What! dengan komik Naruto, perbedaannya sangat jauh, sekitar 3:1. Namun ketika menulis blog ini saya menyadari kalau perbandingan itu kurang akurat karena ketebalan kertas kedua buku berbeda. Komik Naruto masih menggunakan kertas koran, yang lebih tipis. Sedang belakangan penerbit Indonesia, khususnya Kelompok Gramedia, mulai memakai book paper (lebih tebal dan berwarna kekuningan) untuk komik terbitan baru, termasuk komik ini. Nah, jika Anda sudah pernah memegang salah satu komik terbitan baru tersebut (mis. My Hero Academia), perbandingan ketebalannya adalah 2:1 atau dua kali lipat. Lebih jelasnya, komik Club Activities? So What! memiliki jumlah halaman 360 lebih, dan komik My Hero Academia sekitar 190 halaman.
Baik, sekarang kita masuk ada apa di dalam komik ini.

“Masa muda yang berkilauan? Penasihat klub yang mumpuni dan baik hati? Rekan setim yang antusias bertanding melawan tim kuat?? Semuanya mustahil ada di dunia nyata, deh!! Nishino, Kubota, dan Ohyama, tiga siswa SMA yang jadi anggota klub sepak bola ini akan menuturkan dengan jujur “kenyataan” seputar klub di dunia nyata!! Simak kisah komedi kontroversial penuh obrolan kocak mereka ini, ya!” Dikutip dari kover belakang komik Club Activities? So What!
Pada dasarnya, tokoh dalam komik ini tidak setuju dengan penggambaran kegiatan klub (ekstrakuriluler) di sekolah di dalam komik/manga. Mereka sangat tidak percaya dan menganggap semua itu hanya imajinasi komikus. Mereka juga menilai para komikus sama sekali tidak tahu bagaimana kondisi dan kegiatan klub di kehidupan nyata. Saya pribadi menyadari hal ini sejak awal, apalagi klub memang tidak eksis di Indonesia. Kebanyakan ekstrakurikuler pun dianggap membosankan oleh para siswa. Selama ini saya kira di Jepang sangat populer dan aktif, apakah saya termasuk orang yang termakan cerita komik dan anime? Saya belum memastikannya.

Ilustrasi dalam komik ini tidak terlalu bagus, saya anggap biasa saja. Standar ini mengacu pada sebagian besar manga yang diterbitkan di Indonesia. Namun jika dibandingkan kebanyakan komik lokal masih cukup bagus. Oh ya, komik ini hanya satu buku tamat, itulah kenapa ada logo “one shot” di kover depan. Menilik hal tersebut saya pribadi menyukai gagasan membuat komik yang tidak berseri tapi memiliki jumlah halaman yang banyak.
Desain karakter juga biasa saja, bahkan di bawah standar. Tapi sepertinya itu tidak masalah karena aliran komik ini adalah komedi. Misalnya ekspresi karakter yang terlalu templat, lipatan baju yang kurang enak dilihat. Saya juga kurang menyukai rambut karakter yang (hampir semuanya) dibuat lurus-lurus dengan ujung runcing. Namun beberapa bagian komik dibuat dengan gaya berbeda (lebih serius), contohnya seperti tampak pada gambar naga dan pegasus di atas. Komik yang sedang dibaca tokoh dalam komik Club Activities? So What! juga berbeda gaya, itu ide yang bagus.

Selanjutnya, mengenai teknik pembuatan ilustrasi komik ini saya pikir dengan cara digital, menggambar di komputer. Namun belakangan saya saya ragu apakah membuat asumsi seperti ini baik, mengingat bisa saja dugaan saya salah dan tidak terlalu penting. Meski begitu, sekali lagi saya sampaikan, ini hanya pengamatan saya sendiri dengan melihat isi komik secara langsung, tidak ada penelitian lebih lanjut.
Pada akhirnya saya juga tetap menyelesaikan membaca komik ini, meski tidak terlalu mendapat apa-apa selain hiburan. Bukan masalah. Saya senang membaca manga sekali tamat disela-sela membaca komik berseri. Semoga penerbit Indonesia lebih sering menerbitkan manga shonen sekali tamat. Sebaliknya, saya berharap komik lokal banyak di komik berseri panjang, karena selama ini belum ada.

Sekarang sampai pada komik bonus! Ternyata komik ini juga memberikan komik bonus di bagian belakang. Isinya lumayan bagus dengan gaya gambar lebih sederhana. Baru ingat, saya juga suka balon kata untuk suara keras dalam komik ini yang seperti goresan spidol. Keren!
Pada awal tadi saya menyebut penerbit pertama komik Club Activities? So What! di jepang adalah Square Enix Co., Ltd. Ketika membaca komik saya penasaran, karena tidak biasanya nama ini muncul sebagai penerbit komik, namun namanya tidak asing. Saya pun mencari informasi di mesin pencari, dan ternyata Square Enix adalah produsen gim video yang membuat Final Fantasy dan Dragon Quest. Di laman Wikipedia disebutkan Square Enix meliputi bidang industri: Permainan video, anime, buku, majalah, dan film. Jadi masuk akal komik ini terbitan mereka, menarik untuk diikuti. Mungkin saya akan mencari informasi apa saja manga terbitan Square Enix.
Selesai juga tulisan ini, dengan begitu saya bisa membaca komik lain lagi. Astaga, saya jadi merasa sedikit terbebani karena harus menulis blog setiap selesai membaca komik. Tidak apa-apa, sebaiknya saya bisa menerima ini saja daripada saya menuruti keinginan terus membaca komik yang berujung kebosanan.
Semoga hari Anda menyenangkan! Sampai jumpa.
