Lip Ni Shadow (リップにシャドウ) adalah manga tankoubon (satu buku tamat) karya Lily Izuki, diterbitkan pertama kali pada tahun 2015 oleh Shogakukan. Edisi bahasa Indonesia dengan judul Lip and Shadow diterbitkan oleh M&C (PT Gramedia Pustaka Utama) pada tahun 2016. Buku ini berisi tiga judul cerita, yaitu: Lip and Shadow, Silent Rabbit, dan Valentine’s Day Without You.

Cinta yang manis namun menyesakkan hati terhadap teman masa kecil. Chikage, cowok teman masa kecil Nagi yang tinggal di apartemen yang sama. Dia atletis dan kuat berkelahi, namun sikapnya feminin. Suatu hari, Nagi menyampaikan keinginannya untuk bilang suka pada Shiomi. Lalu Chikage berkata akan mendukungnya supaya berhasil. Akan tetapi, di balik kata-kata tersebut, ternyata tersembunyi sebuah rahasia.

Cerita Lip and Shadow yang menjadi judul utama buku sendiri terdiri dari tiga bab dan satu ekstra chapter di akhir buku. Berbeda dengan komik yang saya baca sebelumnya, Summer Love and Kendo yang padat, kali ini lebih ringan dan cepat. Sangat sesuai karena memang alirannya adalah untuk perempuan (shoujo). Intinya tentang momentum romantis dan manis-pahit cinta.

Satu bab selesai, artinya satu kisah cinta juga selesai. Kisah cinta dengan orang bisu itulah inti Silent Rabbit, meski begitu saya cukup menikmati karena ini sangat menarik. Ini juga menunjukkan bahwa orang di sekitar kita memang bermacam-macam. Dan mereka yang cacat pun juga memiliki hak yang sama sebagai manusia. Mengangkat cerita semacam ini merupakan bentuk menghormati dan menghargai, bahwa di dunia ini bukan hanya berisi manusia (yang dianggap) normal.
Omong-omong, saya selalu suka melihat muka tokoh cewek dengan mata bulat seperti gambar di atas. Pemakaian yang tepat benar-benar bisa mematikan! Ini sungguh menarik, lucu dan polos. 😀
Saya belajar banyak dari manga ini. Saya suka ilustrasinya yang terlihat sederhana tapi kuat dalam rasa. Cerita juga tak kalah hebat, sulit membuat yang seperti ini, minimalis. Terima kasih Izuki-sensei!

Tak jauh berbeda dengan dua cerita lainnya, manga ini juga memilik rasa yang sama. Ya karena itulah dijilid dalam satu buku. Perbedaannya tentu saja ada di cerita, kali ini Anda akan bersedih kerena orang yang dicintai telah mati. Namun sekali lagi ini sangat keren! Sampai akhir saya masih terkagum dengan ilustrasinya, saya merasa ingin bisa menggambar yang seperti ini. Namun saya juga merasa sudah terlambat dengan usia sekarang. Jadi, saya akan menikmati karya-karya hebat ini dengan membaca dan membagikannya dalam blog seperti ini. Semoga semua ini bisa memberi dukungan kepada mereka yang berjuang.

Tetap semangat, semuanya! Meski bekerja, berlajar, dan beribadah dari rumah karena pandemi COVID-19. Terima kasih juga kepada tenaga medis, jasa kurir, petugas keamanan, pemerintah, dan petani yang tetap menyediakan bahan pangan. Kalian semua orang-orang berjasa dan pemberani!
Sampai jumpa.
