Love 99%

Love 99%

Minggu lalu, sore hari, saya ke studio untuk membicarakan suatu hal bersama rekan. Namun sesuatu terjadi membuat saya harus menginap di sana, salah satunya adalah tidak diizinkannya ojek daring masuk daerah itu. Saya tidak bisa pulang, padahal awalnya tidak berniat bermalam, sehingga saya tidak membawa perlengkapan tidur, seperti selimut, yang selalu saya bawa ketika hendak menginap. Tidak banyak yang bisa saya lakukan, jadi saya membaca komik saja untuk mengisi waktu luang, selain itu saya juga lupa tidak membawa pengisi daya ponsel dan tidak ada yang bisa saya pakai di studio. Saya membaca komik lokal Love 99%.

Gambar: kover depan antologi komik romantis Love 99%.

Love 99% adalah komik Indonesia yang diterbitkan oleh re:ON Comics bersama PT. Wahana Inspirasi Nusantara. Cetakan pertama pada November 2017. Buku ini berisi lima komik one-shoot dengan pengarang berbeda, yakni:

  1. My Purrfect Boyfriend oleh Putri Soekidin.
  2. Senyum 50 Ribu oleh Ockto Baringbing dan H-San.
  3. Meong Meong oleh Sagtavilia.
  4. Poor Prince Gio! oleh Adimas Soekidin.
  5. The Lost Diary oleh Yudha Negara Nyoman dan Adriane Yuanita.
Gambar: kover belakang antologi komik romantis Love 99%.

1. My Purrfect Boyfriend

Gambar: kover dalam komik My Purrfect Boyfriend.

Keren sekali gaya gambar komik ini, tidak kalah dengan manga orisinil Jepang. Nyaman dibaca dari segi alur, pemosisian panel, balon kata, ekspresi tokoh, dan kestabilan ilustrasi sesuai cerita yang seharusnya. Saya cukup menikmati membaca komik ini. Ceritanya dikemas dengan sangat baik, saya berharap banyak cerita seperti ini dalam komik lokal untuk bersaing dengan dominasi komik impor.

Gambar: komik My Purrfect Boyfriend.

Omong-omong, cerita komik ini adalah tentang seorang anak perempuan yang nilai pelajaran sekolahnya buruk, dia memiliki seekor kucing kesayangan. Anak itu menyukai seorang anak laki-laki yang nilai sekolahnya jauh lebih baik, hal ini membuatnya minder.

2. Senyum 50 Ribu

Gambar: Kover dalam komik Senyum 50 Ribu.

Cukup bagus dan rapi ilustrasi komik ini, hanya saya kurang menyukai dan kurang menikmati. Ada sesuatu yang membuat saya terganggu saat membaca. Mungkin hal itu adalah terlalu jelasnya gambar yang dibuat di komputer dan kurang nyaman ketika dicetak dalam bentuk buku fisik. Selain itu juga pengambilan sudut gambar seperti hasil tangkapan layar dari sebuah video. Dari segi cerita cukup bagus, tapi tidak membuat saya tertarik. Itulah yang saya rasakan, mungkin orang lain memiliki pandangan yang berbeda.

Gambar: komik Senyum 50 Ribu.

Sesuai judulnya, komik ini bercerita tentang senyuman dan uang Rp50.000. Adalah seorang mahasiswa yang sering mendatangi swalayan demi mendapatkan senyum sorang gadis kasir ketika transaksi. Hal itu berlangsung terus menerus. Kemudian kisah ini berakhir dengan lompatan cerita tak terduga yang membuat saya semakin tidak nyaman.

3. Meong Meong

Gambar: kover dalam komik Meong Meong.

Setelah membaca dua komik sebelumnya, saya tidak menyangka kalau yang ketiga ini adalah komik strip (empat panel), termasuk setelah melihat introduksi dan kovernya. Baiklah, lupakan itu. Yang lebih penting adalah ilustrasi komik ini bagus dan saya baru memahami ceritanya ketika selesai. Mungkin karena disampaikan per empat panel jadi saya berharap selalu mendapat kejutan di sana. Namun saya juga menyadari sulitnya membuat komik strip dengan cerita inti yang sebenarnya. Tidak masalah, secara keseluruhan komik ini bagus.

Ceritanya, sih, tentang cinta kucing. Maksudnya kisah romansa antar kucing, kita bisa merasakan sudut pandang seekor kucing dalam kehidupnya. Akhir cerita ini menggantung dan mungkin bisa dilanjutkan, saya rasa akan menarik jika setidaknya ada satu buku sendiri. Jika ada, saya tidak sabar ingin membacanya.

4. Poor Prince Gio!

Gambar: kover dalam komik Poor Prince Gio!.

Dan…. inilah favorit saya…!! Yeah! Wohoo!! Ah maksud saya komiknya. Banyak hal bisa saya nikmati dari komik Poor Prince Gio! ini. Apa saja, gambar, cerita, penyampaian, pengemasan, atau tata letak perpaduan gambar dan aspek pendukungnya? Ya! Tentu saja semua itu! Saya mengagumi komik ini dan hampir mengatakannya “sempurna!”. Jika mungkin Anda sering membandingkan komik lokal dengan komik luar negeri, saya rasa yang satu ini layak Anda pertimbangkan. Tidak jarang kita menganggap keren komik impor itu, namun tidak dipungkiri ada beberapa hal yang sulit kita mengerti karena perbedaan budaya dan geografis pengarangnya. Namun dengan membaca Poor Prince Gio! setidaknya kita bisa merasakan kedekatan dengan hidup kita. Mungkin memang berlebihan, namun seperti inilah komik, mereka bisa mewujudkan dan menyajikan apa yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata tapi masih masuk akal.

Gambar: komik Poor Prince Gio!.

Komik ini sangat hidup hingga membuat saya terhanyut ketika membacanya. Saya bisa merasakan emosi yang nyata dan mengalir. Jika saya di sini sebagai juri, maka komik inilah pemenangnya! Itu pasti. Saya juga berharap akan banyak komik seperti ini dihasilkan oleh komikus lokal agar tidak terlena oleh sajian komik asing. Uh, maaf saya tidak bisa berhenti memuji. Ini… Sangat… KEREN!

Oh, saya sampai lupa menyampaikan sedikit ceritanya. Saya tidak akan memberitahu, sebaiknya Anda membaca sendiri supaya tidak mengurangi sensasinya yang hebat.

5. The Lost Diary

Gambar: kover dalam komik The Lost Diary.

Baiklah, komik ini cukup bagus, mungkin jika dibandingkan dengan sebelumnya tepat akan timpang. Tapi saya tetap menghargai usaha keras pembuatnya. Pada akhirnya saya tetap bisa memahami ceritanya dan itu tidak terlalu buruk. Saya hanya kurang berkesan dengan komik ini.

Gambar: komik The Lost Diary.

Sepertinya ada alasan kenapa sebuah komik bisa menarik pembaca atau tidak, yakni hubungan kuat antara cerita dan gambar. Sering kali saya mendapati komik yang dibuat berbeda orang antara penulis naskah dan ilustrator akan menghasilkan dua rasa yang berbeda. Mungkin karena memang demikian kenyataannya, jadi ini tentang bagaimana kolaborasi bisa membuat rasa baru yang enak. Maaf saya tidak spesifik membahas komik ini.

Kemudian inilah urutan kelima komik itu dari yang paling saya sukai:

  1. Poor Prince Gio!
  2. My Purrfect Boyfriend
  3. Meong Meong
  4. Senyum 50 Ribu
  5. The Lost Diary

Saya tidak tahu apakah ini baik atau tidak, saya hanya merasa perlu memberikannya. Saya menilai semua yang saya sampaikan di atas murni berdasarkan apa yang saya lihat dan rasakan, bukan nama pengarangnya sama sekali. Toh saya juga tidak mengenal dengan baik mereka semua, apalagi mereka mengenal saya.

Sekian, semoga tulisan saya ini bisa membantu siapa saja untuk menjadi lebih baik lagi. Omong-omong, ini pos pertama saya di tahun 2020.

Tinggalkan komentar