Komik Indonesia karya Dr. Vee, diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo pada tahun 2008. Saya sudah lama tahu informasi komik ini, namun belum bisa mendapatkan. Suatu hari saya menemukannya di rak buku studio ketika saya berkunjung ke sana. Sebelum mulai membaca saya langsung kagum dengan ilustrasi sampulnya, detail, cukup lama saya mengamati terlebih dahulu. Kemudian membaca sinopsis di bagian belakang:
“Siapa idola remaja Syailendra abad ke-IX!? Tentu saja puteri Loro Jonggrang dari alam ghaib! Dia cantik, centil, bandel, dan… doyan dugem! Sesuatu yang HEBOH terjadi pada saat ‘lady killer’ Bandung Bondowoso jatuh hati pada nona ini. Penasaran?”

Langsung terbahak-bahak sejak awal membaca, konsep ceritanya berani jungkir balik. Komedi yang dipakai terasa sangat dekat karena memang itu gaya bercanda kita (orang Indonesia).
Beginilah harapan saya ketika melihat legenda lokal dikemas sesuai era. Hal ini mengingatkan saya bagaimana Jepang berhasil memperkenalkan budaya melalui manga. Mereka berani membedah total dan memodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi sangat menarik pembaca. Meski begitu, toh pada akhirnya pembaca tidak sebodoh yang dikhawatirkan, pembaca tetap tahu bagaimana legenda aslinya dengan banyak cara. Hal terpenting adalah bagaimana membuat kisah tersebut menarik kaum muda dan cocok dihidangkan dalam zamannya.

Saat saya membaca dengan heboh, teman-teman di studio pun penasaran dan ingin membacanya juga. Kemudian kami membicarakan banyak hal tentang manga, komik lokal, konsep, legenda dan sebagainya. Dampak yang bagus bagi kami yang juga berkecimpung di bidang yang sama. Saya juga sempat menanyakan kepada manajer, apakah penerbit masih mau menerima naskah dengan gaya (gambar dan cerita) seperti ini? Jawabannya boleh, yang penting adalah konsepnya.
Karena memang komik ini sangat berani dan sangat jarang dijumpai pada komik lokal. Mengenai konsep dan gambar yang seksi. Syukurlah kalau jawaban yang diberikan manajer saya itu benar. Mungkin komik Indonesia akan lebih berkembang jika kita berani bereksperimen seperti ini.

Legenda yang diangkat memang Candi Prambanan, tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Namun sangat sempit jika hanya membahas kisah membangun candi dalam satu malam, orang akan bosan jika itu lagi dan pasti begitu lagi. Maka komik Pram Banana inilah jawabannya jika Anda tertantang ingin menikmati legenda lokal dengan resep baru. Sekali lagi saya tegaskan bahwa komedi komik ini sangat khas Indonesia, khususnya Jawa. Semoga segera bermunculan komik-komik lain yang mengangkat legenda luar Jawa juga dengan cara seperti ini. Sangat banyak, bukan? Ayolah, pemuda Indonesia…! Tunjukkan cakarmu! Jangan cuma memimpikan negara luar saja. Saya juga tertantang untuk mencoba setelah membaca komik ini.

Dari segi gambar memang tidak sempurna, maksud saya memang tidak begitu perfek, tapi cukup. Memang sangat cukup dan pas, tidak perlu mengejar kesempurnaan ala manga populer, yang terpenting adalah konsep dan cara menyajikannya yang enak. Penempatan panel, ilustrasi, balon kata dan sebagainya memang harus tepat, masalah gambar juga seperlunya saja. Saya sangat kagum dengan komik ini karena semua itu cukup nyaman dinikmati.

Sangat saya sarankan Anda membaca komik ini, dijamin akan lapar beberapa saat kemudian. Anda akan mendapati cara pandang baru mengingat legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Yang jelas jangan mengharap mengenai kisah candi Prambanan. Tapi jangan pernah membaca jika sudah negatif thinking terlebih dahulu.
Sekian, terima kasih.
Sampai jumpa.
