Adalah komik pertama (dikatakan sendiri dalam komik) dari Kiiro Yumi yang diterbitkan. Dengan judul asli Nemurenu Kishi Ni Hanataba Wo diterbitkan pertama kali oleh Hakusensha, Inc. di Jepang pada tahun 2011. Di Indonesia diterjemahkan dan diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo pada Juli 2016.

Komik ini hanya ada satu buku dan di dalamnya ada lima cerita serta satu cerita tambahan di akhir. Dengan begitu setiap cerita tidak berkepanjangan dan satu masalah segera selesai, alurnya pun cepat. Genre yang diusung adalah romansa (pada kelima cerita) seperti tertera pada sampul depan: Serial Cantik. Semua cerita saya rasa cukup bagus, mudah dipahami dan memang tidak bertele-tele. Gambarnya juga keren, saya kagum, meski Kiiro Yumi tetap merendahkan diri dengan bilang masih banyak kekurangan.
Cukup sampai situ.
Sekarang saya akan membahas apa yang dilakukan penerbit, dalam hal ini Elex Media Komputindo karena saya membaca edisi bahasa Indonesia, saya tidak tahu terbitan aslinya dari Hakusensha.

Sejak awal saya sudah merasa janggal dengan letak Daftar Isi di halaman kiri buku. Oh iya, seperti kebanyakan manga yang dibaca dari kanan ke kiri, demikian pula komik ini. Biasanya halaman Daftar Isi ada di sebelah kanan untuk cetakan seperti itu, artinya daftar tersebut muncul setelah kita membalik lembar kertasnya. Di situ saya masih berpikir: “oh, mungkin memang begitu”.
Saya lanjutkan lagi membuka lembar kertasnya, ada ilustrasi yang sepertinya itu adalah cover dalam. Tapi kenapa hanya ada tulisan “Knight”? Apa maksudnya? Saya pikir mungkin maksudnya memberitahu bahwa itu adalah tokoh ksatria merujuk pada ilustrasinya. Saya berhenti cukup lama di sini, mencoba memahami situasi, memang seperti itulah saya ketika membaca sebuah komik.

Keresahan saya terjawab kemudian, ketika saya membalik lagi lembar selanjutnya. Saya mendapati halaman ilustrasi lagi dengan tulisan “A Bouquet for My Sleepless”. “Berarti ini adalah potongan halaman sebelumnya!?” Saya semakin yakin halaman ini seharusnya terletak berdampingan kanan-kiri, bukan depan-belakang! Halaman selanjutnya, yang menunjukkan ilustrasi hiasan atau semacam cuplikan komik, semakin mempertegas kesalahan layout oleh pihak penerbit. Karena (biasanya juga) halaman seperti itu ada di sebelah kanan dalam manga cetak. Sampai situ saya masih berpikir positif: “ah, mungkin cuma bagian depan yang salah tata letak”.

Begitu membaca, saya kembali merasa tidak nyaman karena banyak balon kata sekaligus kalimat di dalamnya yang terjepit jilid buku. Karena saya juga komikus, jadi saya mengerti bahwa penempatan balon kata tidaklah sembarangan, terlebih untuk komik cetak. Bagian mana yang seharusnya ada di kanan dan bagian mana yang seharusnya ada di kiri. Kebanyakan balon kata akan diletakkan lebih condong ke sebelah kanan apabila jilid buku ada di sebelah kiri, begitu pula sebaliknya. Hal itu tentu untuk mengantisipasi terjepit ketika dijilid dan pemotongan kertas jika terlalu di pinggir halaman.


Akhirnya saya mendapati sesuatu yang lebih fatal yaitu ilustrasi yang terpotong ke halaman selanjutnya setelah lembar kertas dibalik. Itu hal yang saya cemaskan sejak menyadari kesalahan tata letak dalam komik ini. Ilustrasi tersebut akan menyambung seandainya halaman terletak berdampingan kanan-kiri, dan itu biasa terjadi dalam komik terlebih manga. Kasus ini persis dengan “cover dalam” yang sudah saya sampaikan di awal.


Tidak hanya satu, saya menemukan lagi dan lagi karena ternyata memang ada banyak ilustrasi yang (seharusnya) menyambung di halaman sampingnya. Beberapa terlihat aneh karena tidak bisa dimengerti hanya dengan satu potongan, akibatnya jalan cerita terganggu, pembaca bertanya-tanya: “ini ilustrasi apa, sih?”.


Memang sejak awal sudah keliru, maka sampai selesai juga keliru. Semua halaman dalam komik ini yang tercetak di sebelah kanan seharusnya ada di sebelah kiri, dan sebaliknya. Dengan ini saya merasa terganggu ketika membaca. Terkadang kejutan yang seharusnya muncul ketika lembaran kertas dibalik menjadi tidak mengejutkan lagi.
Selain itu juga ada kolom “cuap-cuap” mangaka (komikus) yang bermaksud menyampaikan sesuatu tentang salah satu cerita. Dalam kelima cerita ada kolom tersebut yang isinya justru membahas cerita selanjutnya, jadi merasa spoiler. Untuk masalah terakhir ini saya tidak tahu apakah memang begitu dari aslinya atau tidak, yang jelas kolom yang isinya tidak tepat itu juga sedikit mengganggu pembaca.

Jika sudah demikian, menurut saya editor adalah orang yang paling bertanggung jawab. Sejauh ini rekam jejak Elex Media Komputindo cukup bagus dan mereka bukanlah pendatang baru dalam menerbitkan manga/komik terjemahan. Selain kualitas kertas dan dihilangkannya halaman berwarna, seharusnya layout tidak boleh salah.
Sekian, semoga Elex Media Komputindo bisa terus berbenah diri.
