Cherry

Cherry

Gambar: Manga “Cherry” karya Kubonouchi Eisaku.

Sekilas, mungkin orang akan mengira ini komik untuk perempuan, atau shoujo manga, karena sampulnya yang bergambar cewek dan warna-warni. Judulnya pun Cherry, girly banget kan? Edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh Level Comic (PT Elex Media Komputindo), tahun 2007. Hanya setahun kemudian sejak diterbitkan pertama kali oleh Shogakukan Inc. di Tokyo Jepang. Komikusnya adalah Kubonouchi Eisaku, jumlah komik ada empat buku, tamat.

Gambar: Kover depan komik “Cherry” buku 1 sampai 4 (tamat).

Tunggu dulu! Meski kovernya tampak girly, tapi manga ini justru untuk remaja laki-laki kalau dilihat dari ceritanya. Lagi pula ilustrasi di dalamnya juga tidak seperti manga shoujo pada umumnya, yang meskipun juga tidak shonen (anak laki-laki) banget. Intinya komik ini sangat cocok untuk kalangan remaja-dewasa tanpa spesifik laki-laki atau perempuan. Tokohnya pun juga begitu, mulai dari anak remaja, dewasa, pengangguran(?) sampai pekerja.

Gambar: Tokoh utama dengan latar belakang “anak kampung”.

Komik tentang pemuda yang sedang mencari jati diri, mungkin itulah kalimat yang tepat. Latar belakang tokoh dan nasib/jalan hidup sebagian besar terjadi juga di sekitar kita, lingkungan kita atau bahkan kita pun pernah/sedang mengalami. Mereka ini lahir dan besar di desa/daerah atau kota kecil yang jauh dari ingar-bingar dunia modern. Latar belakang seperti ini juga banyak di Indonesia, biasanya disebut perantau. Entah itu karena sekolah atau bekerja, dari situlah kerasnya kehidupan dimulai.

Gambar: Batu Babi loncatan untuk merantau ke ibu kota demi masa depan! (?)

Beda cerita dengan tokoh ini, dia (tokoh remaja laki-laki) melarikan seorang gadis yang akan menikah –tepat pada hari H- menggunakan babi untuk menerjang semua orang. Benar-benar nekat! Tapi seperti itulah gambaran yang tepat untuk beberapa orang yang memulai perantauan. Demi meraih cita-cita, memberanikan diri menembus pagar yang selama ini membatasinya. Sebuah keputusan berat berbekal nekat dan semangat jiwa muda! Tak sedikit pula remaja yang mempertaruhkan segalanya demi “pacar”, bukan? Itulah masa pencarian identitas, antara impian, cinta dan keluarga.

Gambar: Tokyo adalah tujuannya! Mereka pikir hidup di kota besar lebih mudah.

Kami pasti akan lebih baik jika hidup di ibu kota daripada terus-terusan hidup di desa, kandang babi yang bau! Kami akan meraih impian kami sendiri! Kami pasti bisa! Kami bisa melakukan segala hal! Ah, mereka tidak mengerti!

Tibalah mereka di Tokyo, kota metropolitan dengan gedung-gedung pencakar langit. Sebagai anak desa tentu saja hal itu tampak luar biasa lalu tak henti-hentinya terkagum. Namun, apa setelah itu? Mereka kan melarikan diri, tanpa rencana dan tidak memiliki apa-apa. Bahkan mau meraih mimpi pun hanya sebatas mimpi.

Gambar: Bekerja apa saja asal bisa bertahan hidup.

Apa yang identik dengan para perantau? Adalah “indekos” atau kamar sewa atau kamar kontrakan. Dengan kondisi ekonomi yang rendah, harga termurah pun menjadi pilihan utama dan mengesampingkan fasilitas lainnya. Mereka berdua menyewa kamar yang bobrok, tinggal bersama dan bekerja apapun asalkan bisa mendapat uang untuk biaya hidup. Karena mereka hanya lulusan SMA, kebanyakan pekerjaan yang bisa diambil berpendapatan rendah. Kaoru (nama tokoh anak laki-laki) terlilit hutang hingga ia harus bekerja di rumah bordil.

Sedangkan si cewek memiliki kesempatan menjadi pelayan kafe karena kecantikannya, dengan modal itu sebenarnya jalur hidupnya bisa lebih terjamin, maksudnya tidak perlu khawatir hidup susah. Buktinya dia menjadi pelayan nomor satu dalam waktu singkat dan memiliki penggemar yang sangat banyak sampai terkenal ke seluruh penjuru kota. Namun dia begitu polos dan sangat menyukai Kaoru tanpa alasan. Di rumah kosnya, meraka memiliki teman senasib yang pekerjaannya juga tidak jelas, termasuk pemilik rumah kos yang bekerja sebagai “peramal tidak akurat”. Komik ini memang tidak melulu serius, pembawaannya menyenangkan dan ada banyak kejadian digambarkan dengan konyol. Sangat seru membaca komik ini! (Kayak iklan!)

Gambar: Salah satu adegan dengan ilustrasi super konyol yang sangat khas.

Ilustrasi komik ini sangat keren! Pasti komikusnya bekerja keras dan penuh percaya diri dengan sedikit kemalasan (?). Jenis komik seperti ini adalah salah satu yang saya kagumi, sepertinya saya merasakan apa yang dirasakan Eisaku sensei. Ini adalah mahakarya dengan tumpahan hati, jiwa dan pikiran. Hahaha…

Idealisme juga masih terasa dalam komik ini, tidak mengikuti manga kebanyakan dan tetap menjadi dirinya sendiri. Mungkin Eisaku sensei ketika itu hanya “ingin membuat manga,” itu saja. Dia juga tidak memakai penggaris dalam menggambar manga Cherry, terlihat dari semua garis tidak ada yang halus. Itulah KEREN-nya! Meskipun mungkin ketika membuat sketsa tetap mamakai penggaris, namun tidak ketika inking.

Gambar: Mementum seorang komikus membuang naskah komik ke sungai karena putus asa.

Yang tak kalah menyentuh, adalah kehadiran tokoh komikus (mangaka) yang merupakan tetangga kamar indekos Kaoru. Dia pada awalnya juga seperti Kaoru, kabur dari desa, ingin mewujudkan cita-cita di kota besar. Namun ternyata semuanya tidak semudah yang dipikirkan, ia pun berhenti menjadi komikus dan bekerja di dunia kabaret. Dia juga sebenarnya yang mempromosikan pacar Kaoru dengan alasan yang sama: uang. Saya sangat paham situasi seperti ini.

Di dalam manga ini juga ada banyak kata-kata mutiara, sebaiknya Anda baca sendiri karena saya tidak akan menulisnya di sini. Pelajaran mengenai kehidupan secara singkat bisa didapatkan dari komik Cherry ini. Percayalah, karena komik tetap menjadi media yang ampuh untuk memudahkan manusia mempelajari sesuatu.

Gambar: Kaoru mengambil sebuah keputusan yang mengakhiri mimpi buruk ini, eh itu.

Saya juga tidak bisa menyampaikan banyak hal tentang komik Cherry, saya sangat menyarankan Anda membacanya. Singkat cerita, pada akhirnya Kaoru memilih mantan pacarnya yang merupakan teman masa kecil yang saat itu memutuskan untuk meneruskan kuliah di Tokyo juga. Jadi, memang susah melupakan mantan? Jadi, cinta pertama itu…? Jadi, mantan itu…? Mantan? Mantan? Ya itulah kata yang sering dijadikan bahan obrolan di negeri ini. Sebenarnya manga ini tidak sepenuhnya realistis, ada fantasinya dan Anda tidak akan paham jika tidak membacanya sampai akhir. Mungkin kita akan mereasa ditipu, tapi kemudian kecanduan. HA-HA-HA! Eisaku sense memang hebat!

Mungkin manga ini memang sefantastis itu hingga baru setahun terbit di Jepang langsung diterjemahkan oleh Elex Media. Beruntunglah kita, terutama yang bisa menikmati.

Hebatnya lagi… ADA HALAMAN BERWARNA DI DEPAN!

Gambar: Halaman berwarna di bagian awal di setiap buku manga Cherry.

Jika di Jepang itu sudah wajar, tapi manga yang dialih-bahasakan dan terbit di Indonesia sangat jarang yang dibuat seperti aslinya, yakni halaman awal yang berwarna. Karena Cherry ini manga yang sangat keren, maka tidak salah jika mendapat keistimewaan ini. Iya, kan? Lihat saja…

Gambar: Halaman berwarna pada manga Cherry yang keren!

Bukan sekadar ilustrasi keren, namun memang itu bagian dari cerita, bagian dari komik yang dibuat berwarna. Oh, pada gambar di atas juga diperlihatkan wujud rumah indekos bobrok tempat Kaoru dkk. tinggal. Sekali lagi saya sangat terpukau dengan manga ini. Fantastis! Istimewa! Kaboom! Lalalaaa~!

Oke, berlebihan. Tapi memang keren! XD

Gambar: Kover belakang komik “Cherry” volume 1-4.

Baiklah, terima kasih, sampai jumpa…!

Tinggalkan komentar