V for Vendetta

V for Vendetta

WAH! Itulah yang saya ungkapkan dalam benak ketika membaca komik V for Vendetta, karya dari Alan Moore dan David Lloyd. Diterbitkan oleh DC Comic pada tahun 1989 dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia tahun 2006 oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Memegang komik ini berarti bersiaplah untuk tertekan, seolah Anda telah menerima tekanan dahsyat yang tak terduga. Tepat seperti fisiknya yang berat, besar dan tebal, isinya pun demikian, mencekam dan memukau. Sekadar informasi, gambar topeng pada sampul itu sepertinya 1:1, karenanya Anda akan terlihat memakai topeng itu ketika meletakkannya di depan muka.

Gambar: Kover komik “V for Vendetta” tampak depan.

Seperti gambar di atas, tangan saya seolah memegang topeng, yang mana itulah wujud dari karakter utama, V, dalam komik ini. Hebat sekali, memang hebat sekali! Topeng wajah ini juga sangat familiar bagi kebanyakan orang, itu juga lah yang membuat saya penasaran ketika melihatnya pertama kali di studio Taara (tempat saya bekerja). Sebelumnya saya belum tahu apa-apa, namun judul dan ilustrasi kovernya terasa tidak asing, maka saya putuskan untuk membacanya. Kesan pertama saat melihat ilustrasinya adalah khas komik Amerika, komik superhero dan langsung merasa bahwa ceritanya pasti berat.

Gambar: Ilustrasi komik “V for Vendetta”.

Benar saja, komik ini menyusupi setiap aspek kehidupan, kemanusiaan, politik, keadilan bahkan keagamaan. Saya menangkap apa yang menjadi motivasi tokoh V adalah manusia dan kelakuannya di dunia ini, khususnya pada kota atau negara yang dipakai sebagai latar/tempatnya. Namun jika sudah menyangkut sikap manusia, maka kita semua bisa merasakannya. Jika dikategorikan sebagai komik pahlawan super, maka V adalah tokoh pahlawan beraliran keras, ambisius dan idealisme. Ia memaksa semua warga kota untuk sadar tanpa toleransi, bahkan aksinya sangat nyata dan berani. V juga orang yang hebat –tentu saja– dan memiliki latar belakang yang luar biasa. Telah berpengalaman menjalani dan mengetahui kehidupan yang menakutkan, maka jadilah dirinya saat ini.

Gambar: Tokoh V dalam komik.

Ketenangannya sangat mengerikan, bahkan wajah itu justru membuat takut siapa pun, terlebih bagi yang sudah mendengar aksinya. Karena sebenarnya saya sudah cukup lama ketika membaca komik ini sampai menulis blog ini, jadi detail ceritanya sudah banyak yang lupa. Saya hanya ingat bagaimana karakter tokoh V dan garis besar tujuannya. Maaf!

Gambar: Ilustrasi komik “V for Vendetta” dengan latar diskotik.

Ah, saya bahas gambarnya saja sekarang. Jujur saya sangat kagum dengan ilustrasi hebat ini, karena saya tidak bisa membuat yang seperti itu. Haha. Gambar ini membutuhkan kepercayaan diri tinggi ketika membuatnya, jadi saya rasa mereka telah mengeluarkan banyak energi. Saya pun membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan membaca V for Vendetta karena menikmati gambarnya yang sememukau ceritanya, Dave memang hebat, oh Alan juga hebat! David Lloyd adalah ilustratornya dan Alan Moore adalah pembuat cerita, mereka membahas semua itu bersama-sama dengan tidak mudah, penuh perjuangan. Kisah lahirnya buah karya ini juga disampaikan di bagian belakang komik.

Gambar: Artikel proses pembuatan komik “V for Vendetta” yang ditulis sendiri oleh Alan Moore pada tahun 1983.

Sebagai penutup, saya rasa V for Vendetta sangat cocok telah menjadi bagian dari DC Comic, karena secara pribadi saya lebih suka DC daripada Marvel, meskipun saya tidak tahu banyak. Kenapa saya menyukainya adalah karena naluri saja. Haha. Terima kasih sudah membaca! Mulai sekarang saya akan segera menulis blog setelah membaca sebuah judul komik supaya tidak lupa.

V FOR VENDETTA!!

Tinggalkan komentar