Jika Anda adalah penggemar komik Drama-Misteri, komik (manga) Death’s Notice karya Mase Motoro ini sangat saya rekomendasikan, sesuai slogan yang tertulis di atas judulnya: Drama yang akan mengguncang jiwa. Terbit di Tokyo, Jepang pada tahun 2005 oleh Shogakukan Inc. dengan judul Ikigami dan terbit di Jakarta, Indonesia pada tahun 2009 oleh Level Comic, PT Elex Media Komputindo.

Saya membaca manga ini dengan dipinjami oleh editor saya di studio, buku ini adalah miliknya. Dia menyuruh saya membaca ini sebagai reverensi untuk komik yang akan saya buat karena sama-sama menyinggung tentang psikologis. Untuk gaya gambar saya tidak memakainya sebagai reverensi nanti, tapi ilustrasi dalam manga ini cukup keren dan memiliki rasa yang berbeda dibandingkan komik lain. Cocok sekali jika dipakai untuk menyampaikan temanya. Death’s Notice ada sepuluh buku, tamat. Anda akan merasakan ketegangan setiap membacanya, saya pastikan itu.

Setiap satu jilid buku berisi dua cerita orang yang menerima Ikigami (Surat Kematian). Oh iya, saya belum menjelaskan cara kerja surat pemberitahuan kematian ini dan sistemnya. Jadi, di suatu negara dalam kisah ini, ada hukum yang disebut “Undang-undang Pemeliharaan Kemakmuran Negara”. Satu diantara seribu warga yang dipilih secara acak, akan meninggal akibat vaksin berisi kapsul peledak yang ditanamkan dalam tubuh mereka. Vaksin itu disuntikkan ketika seorang anak mulai masuk Sekolah Dasar, dan ini wajib bagi setiap warga negara. Orang yang terpilih akan diberi surat pemberitahuan kematian yang disebut Ikigami. Saat surat itu sampai ke tangan “yang terpilih”, mereka hanya memiliki waktu 24 jam sampai saat kematian mereka tiba.

Bisa dibayangkan apa yang bisa dilakukan oleh orang yang mengetahui sisa hidupnya tinggal sehari saja? Baca, dong! Latar belakang mereka berbeda-beda dan memang nasib itu ditentukan secara acak. Mereka bisa saja orang baik-baik, berandal, penjahat bahkan orang yang selama hidupnya sudah bernasib malang. Dengan begitu mereka akan memanfaatkan waktu 24 jam itu untuk memperbaiki diri sesuai tujuan pemerintah atau melakukan kejahatan karena toh tetap saja akan pasti mati. Mereka yang teraniaya akan melakukan balas dendam kepada orang yang menyakitinya atau cukup menerima nasib buruk ini saja. Saya merasakan emosi meluap-luap seperti tokoh, bahkan saya hanya mampu membaca manga ini satu jilid per hari. Cerita ini begitu realistis dan masuk akal, sehingga akan dengan mudah memengaruhi pikiran. Mengenai pemikiran, sistem pemerintah dalam manga ini membatasi dan menyeragamkan, siapapun yang berpikir menentang UU itu akan dianggap sebagai orang yang mengalami dekadensi pemikiran dan penentang hukum.

Ketika seseorang sudah dianggap mengalami dekadensi pemikiran parah bahkan secara terang-terangan mengatakan “tidak setuju”, maka ia akan diberi suntikan nano kapsul. Benda itu meledak ketika sudah mencapai jantung. Kebebasan benar-benar direbut, setiap orang akan saling mengawasi dan tim khusus tersebar di mana-mana sampai yang tidak diduga sekalipun. Warga negara hanya perlu menerima UU ini dan jika terpilih maka dianggap sebagai pahlawan negara dan mendapat kehormatan tinggi. Tujuan UU ini adalah supaya setiap orang bisa mempersembahkan hidupnya untuk berusaha lebih baik, menghargai sebuah nyawa dan waktu. Namun tentu tidak semua orang setuju dan berpikir seperti itu. Situasi ini benar-benar bisa memengaruhi psikologis saya, tidak bisa saya bayangkan betapa tertekannya kahidupan masyarakat di dalam negara yang menerapkan UU seperti itu.

Meski dalam satu buku ada dua cerita, tapi ada cerita besar yang melingkupi keseluruhan buku, volume 1 sampai 10, yakni pengantar Ikigami. Kisahnya justru paling rumit dan tentu saja puncaknya ada di akhir cerita. Saya tidak akan mengatakan bagaimana kisah ini berakhir, yang jelas tokoh pengantar Ikigami ini mendapat beban hidup yang sangat berat. Sedikit informasi yang tidak penting namun menarik, ternyata negara itu bukanlah Jepang, karena memang hanya fiksi. Tenang saja, meskipun Anda membaca artikel saya ini, itu tidak seberapa jika Anda belum membaca manga Death’s Notice sendiri.

Terima kasih

